Kiat TPKS Hadapi MEA 2015

43

20 Februari 2015

Terminal Petikemas Semarang (TPKS) yang merupakan salah satu unit usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III terus menunjukkan peningkatan pada aktivitas bongkar muat petikemasnya. Sepanjang tahun 2014 telah tercatat 576.866 TEUs (Twentyfeet Equivalent Units). Jumlah tersebut ditargetkan meningkat pada tahun 2015 ini menjadi 662.000 TEUs dan mencapai 1 juta TEUs pada 2018.

Realisasi  bongkar muat di TPKS tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan realisasi tahun 2013 lalu yang tercatat sejumlah 499.441 TEUs. “Untuk tahun 2015 ini optimis akan ada peningkatan 10 hingga 15 persen,   hal ini dapat dilihat dari banyaknya bongkar muat semua komoditas, terutama komoditas mesin industri yang merupakan dampak dari relokasi beberapa industri ke Provinsi Jawa Tengah,” kata General Manager TPKS Iwan Sabatini.

Pelindo III terus berupaya melakukan optimalisasi kinerja melalui perbaikan dan penambahan infrastruktur di seluruh pelabuhan dan terminal yang ada di wilayah kerjanya, termasuk Terminal Petikemas Semarang (TPKS). Saat ini, perusahaan plat merah tersebut telah mengalokasikan dana ratusan miliar rupiah untuk melakukan investasi peralatan dan fasilitas di TPKS demi meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan kinerja bongkar muat. Investasi yang dilakukan multiyear hingga 2015 ini, di antaranya adalah melakukan penambahan lapangan penumpukan petikemas atau Container Yard (CY) seluas 5,3 hektar.

“Tak hanya itu, dermaga yang selama ini hanya sepanjang 495 meter, saat ini sedang dikerjakan kontraktor untuk direalisasikan tambahan dermaga sepanjang 105 meter sehingga nantinya total panjang dermaga mencapai 600 meter. Dengan demikian akan dapat menampung sandar 3 unit kapal peti kemas sekaligus,” ujar Iwan. Adapun untuk penambahan peralatan yaitu meliputi pengadaan 2 unit Container Crane (CC) baru dan 11 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) yang saat ini masih dalam proses perakitan. Dengan penambahan 2 unit CC tersebut, maka total CC yang dioperasikan di TPKS nantinya sebanyak 7 unit. Selain penambahan CC dan ARTG direncanakan juga dilakukan penambahan Reach Stacker serta Combined Terminal Tractor.

“Langkah ini guna mengantisipasi lonjakan arus barang yang melalui TPKS, mengingat potensinya yang cukup besar. Apalagi dengan banyaknya perusahaan luar negeri yang merencanakan untuk relokasi di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya. Selain itu, upaya tersebut juga dalam rangka menyiapkan TPKS untuk menghadapi Asean Economy Community (AEC) pada akhir 2015 mendatang. “TPKS harus kita siapkan karena pelabuhan adalah ujung dari pergerakan arus barang, baik ekspor maupun impor,” tegasnya.

TPKS dalam waktu dekat juga akan mewajibkan seluruh sopir trailer mengenakan kartu identitas (ID-card) serta radio frequency identification (RFID) yang dipasang di masing-masing trailer, selain itu juga wajib menggunakan alat pelindung diri seperti rompi, helm, dan sepatu. Penerapan penggunaan id-card dan RFID tersebut akan resmi dilakukan September 2015 dan pada tahap awal, saat ini terus dilakukan sosialisasi kepada Organda dan pengguna jasa trailer petikemas yakni para sopir dan pengusaha. Iwan menegaskan sosialisasi ID-card dan RFID terus dilakukan karena saat ini tengah dilakukan perluasan dermaga baru dan nantinya akan ada 11 ARTG yang seluruhnya dioperasikan secara otomatis atau tanpa petugas.

Source Kiat TPKS Hadapi MEA 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.