Ketua Asippindo: Perkuat UMKM Melalui IGS dan ACSIC

21

Minggu, 15 November 2015 | 13:40

Nusa Dua | Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai sangat strategis dengan digelarnya Seminar Penjaminan Internasional (IGS) dan Konferensi Perusahaan Penjaminan Se-Asia ke 28 di Bali. Acara ini penting untuk membuka wawasan dan memperkaya ilmu penjaminan dari negara lain untuk mendukung operasional Perusahaan Penjaminan secara efisien dan efektif dalam rangka perkuatan Usaha Kecil Mikro Menengah dan Koperasi (UMKMK).

Ketua Asippindo Diding S. Anwar, saat meninjau persiapan acara, mengemukakan bahwa seluruh pemangku kepentingan dapat belajar dan berbagi pengalaman dari negara lain di bidang penjaminan. “Kami, khususnya 20 anggota Asippindo, ingin belajar penjaminan dari negara lain. Kami bersyukur, pemerintah dan berbagai stakeholder sangat mendukung acara ini,” ujarnya di Nusa Dua Bali Sabtu Malam (14/11/2014).

Sejauh ini, lanjut Diding, telah konfirmasi akan dihadir dari Kementerian Perekonomian, Menteri Koperasi dan UKM, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bali dan Gubernur Bangka Belitung. Mereka mendukung penuh acara Seminar Penjaminan Internasional dan Konferensi Industri Penjaminan Se Asia.

Menyinggung tentang pembelajaran, Ketua Asippindo yakin dengan menyerap ilmu penjaminan dari negara lain dengan berbagai studi kasusnya, maka dakan mampu mendukung terciptanya inklusi keuangan dan peningkatan akses keuangan bagi UMKM kepada sumber permodalan.

“Selama ini praktik penjaminan UMKM di dalam negeri masih follow the bank,” ujarnya.

Dikatakan dengan sistem penjaminan yang jamak berlangsung saat ini yakni penjaminan tidak langsung, pihak bank lah yang berhubungan langsung dengan pelaku UMKM yang ingin mendapatkan pinjaman modal. Setelah itu, barulah bank mencari perusahaan penjamin yang mau menjaminkan kredit tersebut. Menurut Diding, praktik bisnis seperti itu juga bagus, seperti yang selama ini diterapkan di Jepang dan Korea Selatan dan terbukti UMKM di negara tersebut dapat maju pesat.

Tapi ada sebuah agenda besar agar UMKM bisa lebih kuat lagi. “Kami yakin bila perusahaan penjamin juga bisa tampil di depan, tidak hanya follow the bank, maka akses permodalan dari lembaga keuangan kepada UMKM akan semakin lebih baik,” kata Diding yang juga menjabat sebagai Dirut Perum Jamkrindo ini.

Dia menjelaskan, sejumlah negara sukses menerapkan praktik seperti itu, salah satunya Malaysia. Pelaku UMKM datang ke perusahaan penjaminan langsung untuk mendapatkan kredit. Kemudian perusahaan penjamin tersebut mencarikan bank yang bersedia memberi kredit.

Saat ini Asippindo melalui Jamkrindo telah membentuk suatu lembaga yang mempunyai fungsi untuk melakukan funsgi pemeringkatan dan pemberian konsultasi manajemen kepada UMKM. Hal ini akan membantu pelaku UMKM untuk untuk meningkatkan kapasitas dan kapabiltas engelolaaan usahanya sehingga mampu meningkat. Selain itu dengan adanya elmbaga pemerinkat ini dimana salah satu fugsinya adalah menyediakan data base pasar UMKM yang bisa digunakan ileg sumber permodalan UMKM maka secara langsung akan dapat mengurangi biaya kolekting pasar UMKM bagi lemabaga keuangan.

Sudah Rampung

Ketua Panitia Nina Kurnia Dewi mengatakan persiapan acara telah rampung dan berjalan baik atas penyelenggaraan seminar penjaminan internasional dan The 28th Asian Credit Supplementation Institution Confedetation (ACSIC) Conference dan di Bali pada 16-20 November 2015 ini. Seluruh peserta dari lima benua dan belasan negara telah mulai berdatangan untuk menghadair even akbar perusahaann penjaminan ini. Di antaranya datang dari Korea Selatan, Jepang, Jordan, Italia, Chile, Tajikistan, dan Ghana.

“Total untuk Seminar Internasional kami mengundang sekitar 500 peserta dari dalam dan luar negeri, namun konfirmasi kehadiran dari peserta undangan melebihi ekspektasi panitia, yaitu total lebih dari 650 peserta. Sementara untuk ACSIC, delegasi dari 11 negara anggota konfirm telah hadir semua,” katanya.

Ia mengatakan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi ACSIC, merupakan kehormatan bagi negara Indonesia. Dengan adanya acara itu, diharapkan semua negara sahabat dalam Industri penjaminan Internasional bisa lebih berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk pengembangan industri penjaminan ke depan.

ACSIC adalah merupakan Asian Credit Suplementation Institution Confederation, merupakan asosiasi perusahaan penjaminan/suplementasi kredit di Asia yang setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan konferensi (ACSIC Conference) dan program pelatihan (ACSIC Training Program/ATP) yang dilaksanakan secara bergantian di negara anggota.

ACSIC berdiri pada tahun 1987, dan sampai saat ini ada 11 negara dengan 16 lembaga anggota yang menjadianggota ACSIC. Negara Anggota ACSIC adalah sebagai berikut : India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Nepal, Papua New Guinea, Pilipina, Sri Lanka.

Source Ketua Asippindo: Perkuat UMKM Melalui IGS dan ACSIC

Leave A Reply

Your email address will not be published.