Ketika Para Raksasa Bergandengan Sambut Blockchain

21

15 Januari 2019 | Perusahaan pelayaran anggota Ocean Alliance bersama Yang Ming bergabung untuk menjadi alternatif bagi solusi blockchain TradeLens yang dibuat oleh Maersk dan IBM. Keputusan untuk membawa teknologi blockchain ke pelayaran peti kemas merupakan kesepakatan besar yang disepakati dalam declaration of intent oleh beberapa perusahaan pelayaran besar dan terminal yang mereka layani.

Beberapa di antaranya yaitu yang tergabung dalam The Global Shipping Business Network seperti perusahaan pelayaran anggota Ocean Alliance mulai ari CMA CGM, Cosco Shipping, Evergreen, OOCL, along with Yang Ming. Lalu anggota lainnya dari operator pelabuhan seperti DP World, Hutchinson Ports, PSA International dan Shanghai International Port Group.

Kemudian juga ada pengembang software logistik Cargo yang berencana mengembangkan platform berbasis blockchain yang menghubungkan para pemangku kepentingan seperti perusahaan pelayaran, operator terminal, otoritas bea cukai, pemilik barang, dan penyedia jasa logistik. “Saatnya semuanya untuk menyadari pentingnya inovasi kolaboratif dan transformasi digital dalam rantai pasok. Karakteristik dari industri pelayaran mencakup berbagai proses, mulai dari distribusi yang bersifat fisik (barang) hingga pertukaran data lintas batas,” menurut pernyataan resmi dari Yang Ming.

“Konsorsium kerja sama tersebut akan menyediakan platform yang bisa meningkatkan proses dalam rantai pasok dan selalu terbuka untuk menciptakan berbagai pengembangan. Tujuannya ialah untuk memperbaiki arus kargo dan data dan memperlancar transformasi dari perdagangan global dan ekosistem logistik,” tambahnya.

Global Shipping Business Network (GSBN) akan menawarkan aplikasi untuk mereformasi proses dokumen dalam manajemen pelayaran, termasuk dokumen terkait kargo berbahaya, surat tagihan, dan surat pengambilan barang. “Penerapan pertama akan dijadwalkan siap pada Desember 2018, agar dapat melayani para pemilik barang untuk mendigitalisasi manajemen dokumen pengiriman kargo berbahaya dan secara otomatis akan terkoneksi dengan pihak-pihak yang relevan terkait. Demi menyederhanakan proses persetujuan dan mengurangi potensi terjadinya penipuan dalam pernyataan risiko dari kargo berbahaya,” ungkap Cosco dalam pernyataan resminya.

“GSBN menjadi bukti bahwa industri ini terus berusaha untuk melakukan upaya bersama dalam menerapkan teknologi baru dan untuk meningkatkan efisiensi,” kata pimpinan Yang Ming, Bronson Hsieh. Ia juga menyebutkan bahwa langkah selanjutnya dari kesembilan mitra tersebut ialah bagaimana meresmikan kesepakatan tersebut dan mengimplementasikan proyeknya. Kemungkinan para partisipan akan berinvestasi besama atau berbagi biaya riset dan pengembangan.

Wakil GM Cosco Shipping Huang Xiaowen menegaskan bahwa para pemain lain dalam industri yang sama dipersilakan untuk trut bergabung dalam program tersebut. Karena menurutnya sudah banyak yang menanyakan apakan perusahaannya bisa turut berperan dalam GSBN.

Source Ketika Para Raksasa Bergandengan Sambut Blockchain

Leave A Reply

Your email address will not be published.