Ketika Generasi Muda Bercerita (Bagian II)

5

Kamis, 16 April 2015 | Dari karakteristik budaya kerja organisasi kita, dapat dilihat betapa susahnya individu-individu didalamnya menerima pembaharuan padahal dengan diberlakukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) perubahan dalam dunia agribisnis gula sangatlah dinamis dan menjadi tuntutan perusahaan kita untuk mengikuti perubahan tersebut.

Salah satu langkah alternatif manajemen dalam memecah stagnasi ini adalah dengan mengimplementasikan budaya berorganisasi yang baru yakni LO (Learning Organization) dalam perusahan. Dalam mengimplentasi sistem berorganisasi baru dalam budaya perusahaan yang lama ini, perlu dipahami terlebih dahulu ruang lingkup sistem organisasi (LO). Berpijak dari ruang lingkup ini dapat ditemukan starting point dalam memulai perombakan sistem organisasi yang lama. Learning Organization meliputi perkembangan yang berkelanjutan dan penyesuaian terhadap perubahan yang ada dan mampu menciptakan tujuan dan pendekatan yang baru. Pembelajaran ini harus menyatu pada cara organisasi menjalankan kegiatannya.

Dari karakteristik budaya kerja organisasi kita dapat dilihat betapa susahnya individu-individu. Pembelajaran dalam hal ini berarti: 1) bagian dari kegiatan kerja sehari-hari; 2) diterapkan pada individu, unit kerja dan perusahaan.; 3) bersifat mampu memecahkan masalah pada akar penyebabnya; 4) fokus pada tersebarnya pengetahuan di seluruh stuktur organisasi; 5) digerakkan oleh kesempatan untuk mendapatkan perubahan yang signifikan dan mengerjakan dengan lebih baik.

Sumber-sumber pengetahuan dan pembelajaran ini bisa berasal dari gagasan dan pendapat para karyawan, Research & Development (R&D), masukan dari para pelanggan, saling tukar/bagi pengalaman dan benchmarking. Learning Oganization mencakup banyak hal, misalnya: keberhasilan karyawan sangat tergantung dari besarnya kesempatan yang diberikan perusahaan untuk mempelajari dan mempraktikkan hal dan keahlian yang baru. Perusahaan berinvestasi pada pendidikan, pelatihan, dan berbagai kesempatan lain yang diberikan pada para karyawannya untuk tumbuh dan berkembang. Kesempatan tersebut dapat berupa tour of duty, kenaikan gaji pada karyawan yang berprestasi dan/atau terlatih. Selain itu juga ada On-the-job training (OJT) yang merupakan suatu cara efektif untuk melatih dan menarik garis hubungan yang lebih baik antara kepentingan dan prioritas perusahaan.

Source Ketika Generasi Muda Bercerita (Bagian II)

Leave A Reply

Your email address will not be published.