Kesepakatan Pokok Divestasi Freeport 51% Ditandatangani

66

16 Juli 2018 15:09:44 | Jakarta – Holding Industri Pertambangan INALUM, Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, melakukan penandatangan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM. Kepemilikan INALUM di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut nantinya menjadi sebesar 51,23% dari 9,36%.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama INALUM Budi G. Sadikin dan CEO FCX Richard Adkerson, disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Dalam perjanjian tersebut, INALUM mengeluarkan dana sebesar US$3.85 miliar untuk membeli saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan “Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia sesuai dengan izin yang diberikan oleh Pemerintah dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).”

“Dengan ditandatanganinya Pokok-Pokok Perjanjian ini, kerjasama FCX dan INALUM diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.”

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan “BUMN memiliki kepedulian, komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Sejalan dengan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan. BUMN akan menjadi ujung tombak untuk mendorong proses hilirisasi industri pertambangan Indonesia.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan “Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, kami akan memberikan kesempatan kepada PTFI untuk perpanjangan operasi melalui pemberian izin IUPK PTFI maksimal 2 x 10 tahun sampai dengan tahun 2041.”

“Kami harapkan nilai tambah komoditi tembaga dapat terus ditingkatkan melalui pembangunan pabrik peleburan tembaga berkapasitas 2-2.6 juta ton per tahun dalam waktu kurang dari 5 tahun.”

Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menambahkan “Melalui penguasaan saham mayoritas PTFI oleh INALUM, Pemerintah mengharapkan kualitas terhadap pengelolaan lingkungan di area tambang PTFI terus ditingkatkan. Kami meyakini bahwa PTFI sebagai salah satu pengelola tambang terbesar didunia, akan mampu menjaga aspek keberlanjutan dari lingkungan terdampak area tambang.”

Source Kesepakatan Pokok Divestasi Freeport 51% Ditandatangani

Leave A Reply

Your email address will not be published.