Kerajaan Belanda Perkuat Kerjasama dengan Pelindo III

31

25 Februari 2015

Surabaya – Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol beserta delegasi konsulatnya berkunjung ke Kantor Pusat Pelindo III di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/2). Delegasi kehormatan ini diterima oleh Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, Kepala Biro Perencanaan Strategis Joko Noerhudha, Sekretaris Perusahaan Yon Irawan beserta jajarannya. Seperti diketahui, hubungan kerjasama antara Belanda dengan Pelindo III sangat dekat dan produktif. Bukti keberhasilan kerja sama keduanya salah satunya yaitu keberhasilan proyek pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) atau yang disebut Surabaya West Access Channel (SWAC), yang sudah berjalan 96 persen.

Proyek besar tersebut dikerjakan oleh  perusahaan joint venture yang 60 persen sahamnya dimiliki Pelindo III bersama Van Oord Dredging and Marine contractors BV (Van Oord), kontraktor asal Belanda dengan saham sejumlah 40 persen. Kebetulan pemimpin proyek APBS tersebut ialah insan Pelindo III lulusan UNESCO IHE Delft – Water Engineering, di Belanda, Hendiek Eko Setiantoro. Tak hanya Hendiek, ternyata saat Rob menanyakan bagaimana Djarwo mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia untuk menyokong sejumlah proyek penting Pelindo III sebagai bukti visi perusahaan dalam mendukung integrasi logistik nasional.

Djarwo menjelaskan salah satu langkah strategisnya ialah Pelindo III telah mengirim puluhan pegawai terbaiknya untuk melanjutkan studi tingkat Master ke sejumlah negara Eropa Barat, termasuk Belanda. Dimulai dari satu orang lulus di Belanda pada 2012, kemudian pada 2013 ada 9 orang ditugaskan belajar ke sana. 4 orang di Delft dan 5 di NMU (Netherlands Maritime Univercity) yang akan lulus pada April tahun ini. Bahkan pada tahun lalu cakupan studi Master diperluas, tidak cuma di bidang kepelabuhanan, tetapi juga bidang logistik dan teknik dengan memberi beasiswa pada 13 pegawainya.

1 orang di Delft, 6 orang di NMU, 2 di RBS (Rotterdam Business School), dan 4 orang di Erasmus MEL. Seluruhnya merupakan universitas dan sekolah tinggi terpercaya di mata dunia pendidikan internasional. Menariknya Sang Dirut Pelindo III yang sudah malang melintang di dunia kepelabuhanan selama puluhan tahun ternyata juga menempuh pendidikan Master-nya di Jurusan Hydraulic Engineering dari IHE-Delft, Belanda. Pelindo III juga menggandeng kerjasama internasional dengan banyak negara lain. Misalnya bekerja sama dalam sebagai “sister port” dengan Port of Seattle, Amerika Serikat. Serta juga menjalin jejaring pelabuhan bersama enam pelabuhan besar di negara-negara Asia, seperti Jepang dan Thailand.

Seperti diberitakan sebelumnya, negeri kincir angin tersebut memang sedang gencar menjalin kerjasama di bidang maritim dengan Indonesia. Meski sempat menarik duta besarnya sebagai reaksi atas eksekusi mati warganya akibat kasus narkoba, Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo mengatakan bahwa kerja sama antara Port of Rotterdam International untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra Utara tetap berlanjut (Jawa Pos, 21/1).

Hal ini dalam rangka memperkuat konektivitas antarpulau serta meningkatkan sistem logistik nasional, ungkap Indroyono. Duta Besar Belanda Rob Swartbol dan delegasinya juga mengunjungi Terminal Teluk Lamong, terminal petikemas semi-otomatis berkonsep hijau yang merupakan anak usaha Pelindo III. Rombongan berlayar menuju terminal canggih tersebut dengan kapal pesiar Artama milik Pelindo Marine Service (PMS).

Source Kerajaan Belanda Perkuat Kerjasama dengan Pelindo III

Leave A Reply

Your email address will not be published.