Kendalikan Pesawat Anda, Kapten! (1)

19

Selasa, 6 September 2016 | Saya menyukai kalimat Napoleon Bonaparte ketika berhasil menguasai sebagian besar Italia “If you build an army of 100 lions and their leader is dog, in any fight, the lion will die like a dog. But if you build an army of 100 dogs and their leader is a lion, all dogs will fight like a lion”. Kalimat tersebut mengajarkan saya bahwa perilaku yang ada dalam sebuah perusahaan di tentukan oleh sosok pemimpinnya. Dalam artikel ini kita membagi pemimpin dalam 2 tipe:

Leader bergelar MBA

MBA adalah singkatan dari Management By Angry. Ciri khas leader tipe ini sangat mudah mengumbar amarah kepada anggotanya ketika mendapat sebuah tekanan. Untuk pencapaiannya, ada beberapa leader tipe ini yang berhasil meraih target adapula yang tidak berhasil. Namun lingkungan kerja tetap terasa mencekam.

Berikut adalah kerugian seorang leader yang bergelar MBA:

Gangguan Perut
Hal ini disebabkan karena tempramen yang buruk memicu refluks asam.
Penyakit Jantung
Tempramen yang buruk dan konstan akan menyebabkan stress yang berujung pada penyakit lainnya seperti penyakit jantung.
Depresi Ringan
Marah juga dapat menyebabkan depresi ringan karena memicu stress.
Tekanan Darah Tinggi
Kemarahan dan tempramen yang buruk adalah penyebab utama dari penyakit jantung.
Serangan Cemas
Orang yang memiliki tempramen buruk akan menyebabkan orang tersebut menderita masalah kecemasan. Mereka gugup atas hal – hal keci. Hal ini juga mempengaruhi tekanan mental dan pikiran mereka. Beberapa orang juga mengalami serangan panic karena tempramen buruk.

Leader bergelar MSC
MSC singkatan dari “Manajemen Sangat Cerdas”. Nyaman. Inilah yang sering diungkapkan karyawan dibawah kepemimpinan bergelar MSC. Ciri ciri tim yang dipimpin oleh leader seperti ini penuh dengan antusiasme, ide mengalir dengan sangat deras, organisasi bertumbuh dan berpikir solutif. Bila diukur dengan target tipe kepemimpinan ini akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Mengapa leader tipe ini cenderung mendapat hasil yang memuaskan? Karena ketika seseorang bekerja dengan bahagia, maka akan memberikan dampak terhadap kesehatan dan produkstivitasnya. Seperti yang dikatakan Boldsky:

Bahagia bisa menurunkan kadar hormone stress, dengan bahagia maka penat dalam tubuh akan hilang. Rasa bahagia akan mengurangi rasa sakit kepala dan kram pada tubuh yang dipicu oleh stress dan depresi ringan. Memiliki jantung yang sehat karena terhindar dari stress dengan manajemen emosi yang baik.

Pemimpin adalah ibarat pilot sebuah pesawat terbang. Ketika terjadi kegagalan, pilotlah yang pertama kali disalahkan. Tidak seperti penumpang yang sekadar menikmati perjalanan namun tidak tahu kemana arah melajunya pesawat. Sedangkan kesuksesan seorang pemimpin dipengaruhi caranya dalam pendekatan terhadap anak buahnya. Jadi, bagaimana anda mengendalikan pesawat anda, Kapten?

Source Kendalikan Pesawat Anda, Kapten! (1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.