Kementerian Perindustrian Verifikasi Penerapan Industri 4.0 Di Pupuk Kaltim

8

08 April 2019 | Guna mengetahui implementasi teknologi digital dalam meningkatkan kinerja Perusahaan berdasarkan konsep Industri 4.0, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian RI lakukan verifikasi self asessment di Pupuk Kaltim, sekaligus mengukur efektivitas setiap inovasi yang digagas. Verifikasi dilakukan pada 5 pilar yang masuk kategori Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang digagas Kementerian Perindustrian untuk menyamakan persepsi level penerapan Industri 4.0 sedari tiap Perusahaan.

Lima pilar yang diukur diantaranya Manajemen dan Organisasi (management and organization), Orang dan Budaya (people and culture), Produk dan Layanan (product and services), Teknologi (technology), serta Operasi Pabrik (factory operation). “Ini salah satu upaya Kementerian Perindustrian mendorong implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Diawali Bimbingan Teknis (Bimtek) hingga verifikasi asesmen yang kali ini kami laksanakan,” ujar Kepala Bidang Kimia Farmasi BPPI Bambang Riznanto, saat opening meeting di Ruang Rajawali Kantor Pusat Pupuk Kaltim pada 7 April 2019.

Dijelaskan Bambang Riznanto, dengan self asessment Perusahaan bisa melakukan penilaian secara mandiri, dengan verifikasi dan validasi Kementerian Perindustrian untuk mengetahui langkah konkrit cerminan implementasi 4.0 di setiap Perusahaan. Begitu pula di Pupuk Kaltim, akan melihat sejauh mana inovasi yang mendukung penerapan teknologi digital yang sesuai level 4.0. Bobot penilaian tertinggi ada pada pilar people and culture, karena sangat menentukan efektivitas inovasi yang digagas. Meski teknologi yang digunakan mutakhir, tapi sepanjang dukungan people and culture tidak menunjang, maka akan mempengaruhi poin penilaian. Sebab INDI 4.0 tidak hanya melihat teknologi yang diterapkan, tapi bagaimana budaya kerja dan dukungan SDM seluruh karyawan terhadap teknologi tersebut. “Hasil asesmen akan ditindaklanjuti melalui penghargaan oleh Kementerian Perindustrian, jika perusahaan dinilai telah menerapkan Industri 4.0 dengan baik dan sesuai 5 pilar yang ada,” tambah Bambang.

Mewakili Manajemen Perusahaan, GM Teknik dan Sistem Informasi Pupuk Kaltim Heri Subagyo, mengatakan hasil pengukuran INDI 4.0 akan jadi patokan dalam mengindentifikasi tantangan serta menentukan strategi dan kebijakan di Pupuk Kaltim. Penilaian ini juga menjadi loncatan besar bagi Perusahaan, di tengah perkembangan teknologi digital. Sebab jika mampu melewati penilaian, Pupuk Kaltim dianggap memiliki daya saing cukup dan lebih kompetitif menghadapi era revolusi industri 4.0. “Begitu pula untuk jangka panjang, aspirasi kegiatan ini guna mewujudkan Indonesia ke jajaran 10 negara dengan performa terbesar dunia tahun 2030,” kata Heri.

Source Kementerian Perindustrian Verifikasi Penerapan Industri 4.0 Di Pupuk Kaltim

Leave A Reply

Your email address will not be published.