Kemenkop Dampingi Empat Daerah Sulsel Implementasi IUMK

8

Kamis, 10 September 2015 | 14:05

Makassar | Kementerian Koperasi dan UKM melakukan pendampingan terhadap empat kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menerbitkan Peraturan Bupati tentang Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM, Braman Setyo mengemukakan hal itu di Makassar, Rabu, disela-sela Sosialisasi Izin UMKM terhadap empat daerah yang kepala daerahnya sudah mengeluarkan Perbup yakni Maros, Takalar, Luwu Utara dan Bantaeng.

“Ada empat daerah dari 24 kabupaten / kota di Sulsel yang sudah ada Perbup Izin UMKM. Kami mengharapkan kepada kepala daerah yang lain agar segera menerbitkan peraturan tentang izin UMKM karena pelaku UMKM sangat menunggu kepedulian mereka,” katanya.

Dia mengatakan dengan memiliki kartu IUMK maka mereka mendapatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan dan bisa digunakan untuk pendampingan.

“Sekarang pemerintah getol meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seharusnya untuk mendapatkan kredit UMKM mesti mempunyai surat izin namun karena yang memiliki masih sedikit maka izin tersebut belum menjadi persyaratan wajib,” katanya.

Braman Setyo mengatakan pihaknya bersama BRI menargetkan Sulsel bisa mencetak 45 ribu UMKM dari empat kabupaten tersebut sehingga satu kabupaten rata-rata 11 ribu UMKM.

“Kalau Bantaeng misalnya hanya mampu mencetak 5000 UMKM maka ditawarkan ke tiga daerah yang lain,” katanya.

Braman Setyo mengatakan Menteri Koperasi dan UKM, Gubernur Sulsel dan Dirut BRI juga telah berkomitmen 100 ribu UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Bunga KUR telah turun dari 21 persen menjadi 12 persen atau 0,5 persen per bulan. Kami mengharapkan UMKM yang telah mendapatkan KUR agar tahun berikutnya mengajukan kredit komersial sehingga naik kelas,” katanya.

Ketua Dewan Pengawas Perum Jamkrindo ini mengatakan pihaknya menargetkan bisa menerbitkan izin UMKM pada 75 kabupaten / kota di Indonesia sedangkan saat ini sudah terbit 12 ribu izin UMKM.

“Ke depan bantuan sosial akan dikurangi. Kami harapkan pelaku UMKM yang sudah mendapatkan kredit bisa mengajukan kredit komersial. Kalau pembukuannya bagus dan baik pasti akan gampang mendapatkan kredit,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Braman Setyo mengatakan jumlah UMKM nasional mencapai 56,8 juta unit sedangkan akses KUR pada 2007 – 2014 mencapai Rp178 triliun dan hampir 12 juta UMKM yang menikmati.

“Tahun ini akan ditingkatkan lagi. Pada 2015 ditargetkan ada 20 juta UMKM yang bisa mengakses KUR,” katanya.

Source Kemenkop Dampingi Empat Daerah Sulsel Implementasi IUMK

Leave A Reply

Your email address will not be published.