Kemendag Temukan 96 Produk Tidak Layak SNI‏

26

Fri, 16 January 2015 08:39:58 +0700 — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menindak tegas peredaran barang yang tidak sesuai ketentuan. Langkah tersebut bertujuan menjaga dan melindungi konsumen terhadap produk yang digunakannya.

“Kami tidak akan kompromi. Kementerian Perdagangan akan menindak tegas setiap produk yang tak sesuai standar,” kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel dalam jumpa pers bersama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Suhardi Alius, serta Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Muhammad Sigit, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (15/1).

Sepanjang September- Desember 2014 pengawasan dilakukan terhadap 252 produk yang terdiri dari kelompok produk elektronika dan keperluan rumah tangga, telekomunikasi dan informatika, suku cadang kendaraan bermotor, produk tekstil, produk makanan, serta jenis barang lainnya.

Untuk kategori produk SNI yang diawasi sebanyak 167 buah atau 66,3%. Dari jumlah itu 98 produk dinyatakan tidak sesuai, 61 sesuai, dan 8 produk masih dalam pengujian di laboratorium. Sedangkan pengawasan dalam kategori manual dan kartu garansi (MKG) sebanyak 17 buah atau 6,75%, hanya 2 produk sesuai dan 15 tidak sesuai.

Sementara kategori pencantuman label dalam bahasa Indonesia sebanyak 68 buah atau 26,95%, hasilnya 17 sesuai dan 51 dinyatakan tidak sesuai. “Secara keseluruhan, produk yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebanyak 164 buah atau 65 %, produk yang sesuai ketentuan sebanyak 80 buah atau 31,75%, dan yang masih dalam proses uji laboratorium sebanyak 8 buah atau 3,25%,” kata Rachmat.

Sedangkan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Widodo menambahkan, pengawasan pada Tahap I dan II (Januari-Agustus 2014) dilakukan pengawasan sebanyak 215 produk. “Jadi, sepanjang tahun 2014, seluruh barang yang diawasi sebanyak 467 produk atau melampaui target yang ditetapkan sebanyak 400 produk,” tegasnya.

Rincian barang yang diawasi, meliputi parameter SNI sebanyak 278 produk, parameter label berbahasa Indonesia sebanyak 145 produk, dan parameter MKG berbahasa Indonesia sebanyak 44 produk. Menurutnya, total seluruh produk yang telah diawasi sejak terbentuknya Direktorat Jenderal SPK Kemendag pada 2011 sampai dengan 2014 sudah sebanyak 1.689 produk.

Source Kemendag Temukan 96 Produk Tidak Layak SNI‏

Leave A Reply

Your email address will not be published.