Kemendag Percayakan Sucofindo Lakukan Inspeksi Ekspor Mineral

25

07 Agustus 2017 — Sucofindo baru saja ditetapkan sebagai Surveyor Pelaksana Ve­rifikasi atau Penelusuran Teknis Ekspor Produk Pertambangan Hasil Pengolahan dan Pemurnian oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Hal ini berdasarkan keputusan Menteri Perdagangan Nomor 646/m-DAG/KEP/4/2017 dan penetapan ini dikeluarkan resmi pada 27 April 2017. “Kepercayaan yang dibe­rikan ini berdasarkan pencapaian kita hingga sekarang sebagai perusahaan yang telah memiliki pengalaman di bidang survei, inspeksi, sertifikasi, dan konsultansi dalam produk mi­neral,” kata Kepala SBU Mineral, Deny Yuswantini.

Sebelumnya, pengaturan mengenai penetapan tersebut sudah berlaku namun dikhususkan untuk sektor Batu Bara saja. Kini pemerintah mulai memberlakukan untuk sektor Mineral. Selain itu, pemerintah juga baru saja membuat peraturan untuk membatasi produk yang akan diekspor di sektor mineral dan batu bara. “Produk yang diekspor haruslah produk yang sudah melalui proses produksi walau di tingkat lanjutan pertama,” ujar Deny.

Namun, Deny menambahkan bahwa pemerintah juga memberi kebijakan lain pada perusahaan tambang agar dapat mengekspor produk­nya. “Mereka yang memiliki Kontrak Karya harus mengubah izinnya menjadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) jika ingin mengekspor dalam bentuk konsentrat mineral. IUPK berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang, maksimal sebanyak dua kali,” katanya.

Kedua, perusahaan tambang yang memiliki IUPK wajib membangun smelter dalam waktu lima tahun. Pemerintah akan melakukan evaluasi setiap enam bulan untuk memeriksa perkembangan pembangunan smelter.

Dan Sucofindo juga baru saja dipercaya menjadi tim verifikator kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembentukan tim verifikator ini berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 35 tahun 2017. Verifikator independen yang dimaksud dalam peraturan tersebut merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak perusahaan BUMN yang memiliki keahlian melakukan verifikasi rencana dan kemajuan fisik pembangunan smelter.

Dalam hal ini Sucofindo, bertugas mengevaluasi smelter pada tahap perencanaan hingga jelang konstruksi. Sedangkan Rekayasa Industri memverifikasi yang telah memasuki tahap smelter. zamie, MA.

Source Kemendag Percayakan Sucofindo Lakukan Inspeksi Ekspor Mineral

Leave A Reply

Your email address will not be published.