Kekurangan PTPN X Magz

5

Selasa, 27 Januari 2015 | Dalam artikel sebelumnya penulis telah membahas mengenai berbagai kelebihan-kelebihan dan perkembangan yang telah ditunjukkan oleh PTPN X Magz dari volume pertama hingga volume ke-14. Namun, dalam perjalanannya, bukan berarti tidak terdapat beberapa hal yang dibenahi dari penerbitan PTPN X Magz hingga saat ini. Pengoreksian ini penulis lakukan semata untuk membantu perkembangan PTPN X Magz agar lebih baik lagi ke depannya. Maka, dalam artikel ini, penulis akan mencoba mengulas lebih dalam mengenai kekurangan-kekurangan yang terdapat pada PTPN X Magz berdasarkan pada analisis yang telah dilakukan penulis pada setiap volume majalah yang telah diterbitkan.

Berdasarkan pengamatan penulis, kekurangan yang seringkali terlihat di beberapa edisi adalah tidak teraturnya runtutan tajuk yang ada pada susunan daftar isi, sehingga kurang terlihat sistematis. Misalnya di volume 13, urutan tajuk yang disajikan adalah varietas, sukrosa, tebu, rendemen dan seterusnya, sedangkan di edisi ke-14 urutan tajuknya adalah varietas, tebu, sukrosa, okra dan seterusnya. Jika urutan tajuk dapat dibuat teratur dan sama di setiap edisinya, maka pembaca setia PTPN X Magz akan lebih mudah mengingat urutan tajuk yang ada di setiap edisi sehingga pembaca tidak harus kembali membalik majalah ke daftar isi untuk melihat urutan tajuk selanjutnya. Selain itu, akan lebih baik pula jika di setiap volume tidak ada pengurangan jumlah tajuk, karena di lain sisi ketetapan tajuk yang diberikan di setiap volume akan menambah ciri khas dari PTPN X Magz.

Kekurangan yang lainnya adalah seringkali terdapat kesalahan penulisan kata di dalam artikel yang disajikan. Kesalahan umumnya lebih bersifat redaksional, seperti pemenggalan kata yang tidak baku, penulisan cetak miring, dan penggunaan huruf kecil dan besar yang dalam beberapa tulisan kurang tepat penggunaannya.

Selain itu, penulis juga masih menemukan adanya ketidakefektifan kata dalam suatu artikel. Ketidakefektifan kata ini misalnya terlihat dalam volume 7 halaman 68, pada kalimat pertama tertulis “Akan berlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada tahun 2014 akan memberikan perlindungan kesehatan pada seluruh rakyat Indonesia tentu akan memberikan dampak yang signifikan kepada jasa pelayanan kesehatan (UU No 40/2004)…”. Penulis menganggap bahwa dalam kalimat tersebut terlalu banyak menggunakan kata ‘akan’, sehingga cenderung tidak efektif. Kalimat tersebut akan terlihat efektif jika dilakukan pembenaran misalnya menjadi “Berlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada tahun 2014 akan memberikan perlindungan kesehatan pada seluruh rakyat Indonesia, sehingga dapat berdampak signifikan pada jasa pelayanan kesehatan (UU No 40/2004)…”

Dari berbagai penjelasan penulis mengenai kekurangan-kekurangan yang ada dalam PTPN X Magz di atas, penulis berharap semoga kesalahan-kesalahan tersebut dapat lebih diperhatikan dan dibenahi pada volume dan edisi yang akan datang. Sehingga dengan pembenahan yang dilakukan, maka diharapkan kesalahan-kesalahan dapat lebih diminimalisir, dan di lain sisi peningkatan kualitas terus didongkrak.

Source Kekurangan PTPN X Magz

Leave A Reply

Your email address will not be published.