Kecerdasan Buatan (AI), Inspirasi Menjadi Karyawan Versi Terbaik

15

Jumat, 29 Maret 2019 | Metode Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah metode baru yang dikembangkan untuk menggali potensi karyawan disebuah perusahaan. Metode ini adalah hasil dari sebuah rekayasa mindset untuk memadukan kekuatan pikiran (Rasional) dan Hati nurani (Metafisika).

Setiap diri karyawan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang diciptakan tanpa power knowledge. Menggali potensi karyawan dengan metode kecerdasan buatan (AI) merupakan teknik terbarukan yang dikembangkan untuk menemukan jati diri karyawan dalam bekerja. Mereka akan dipandu dalam tiga konspirasi, yakni “siapa anda?, apa tujuan bekerja?, dan apa arti dari sebuah pekerjaan?”.

Kecerdasan buatan (AI) memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan metode lain. AI memfokuskan pada titik emosional untuk membangkitkan kekuatan perasaan dalam diri seseorang. Karena bakat terpendam akan bisa bekerja dengan diberi rangsangan melalui sebuah peristiwa yang disusun oleh konsep yang matang.

Begitu banyak orang yang bekerja hanya sekedar bekerja, tidak memperhitungkan waktu, kesempatan, dan kemampuan. Mereka hanya melakukan aktifitas yang sama setiap harinya, bahkan ada sebagian orang yang datang bekerja tanpa tujuan. Inilah yang menjadi faktor terbesar penyebab perusahaan tidak berkembang.

Target Metode Kecerdasan Buatan (AI) adalah menjadikan karyawan yang produktif dengan teknik komunikasi feeling untuk membentuk karakter karyawan yang mampu menghasilkan karya, bukan penikmat karya sehingga karyawan mampu menjadi versi terbaik dari dalam dirinya.

Dalam Kecerdasan Buatan (AI) disusun oleh three feeling thoughts yang harus diciptakan oleh seorang pemimpin untuk meregenerasi the strength of employee feelings.

1. Method of opening the brain.

Method of opening the brain merupakan sebuah metode membuka kecerdasan otak dengan sebuah rekayasa mindset. Hal ini dilakukan dengan media memberi kesempatan pada karyawan untuk menyalurkan ide dan gagasan dalam event progam pengembangan perusahaan. Tidak hanya sebatas itu, tapi karyawan mengaplikasikan secara langsung konsep mereka di lapangan. Dalam hal ini, karyawan tersebut akan merasa bahwa keberadaanya diperusahaan diakui dan memacu mindsetuntuk menunjukkan bahwa dirinya mampu untuk melakukannya. Dari sini, karyawan akan belajar banyak kesulitan dan pengendalian diri untuk proses perubahan menjadi versi terbaik dari dalam dirinya.

Masih dalam line mindset, sebagian besar pemimpin memberikan motivasi yang salah terhadap karyawan perusahaan. Salah satunya adalah “membandingkan kesuksesan perusahaan lain menjadi tolak ukur nilai prestasi yang mereka capai”. Seolah-olah mindset tersebut benar, namun kenyataannya justru akan melemahkan mindset kepercayaan diri dan mematahkan performa atau passion mereka.

Setiap sebuah tim mempunyai seni bekerja dan kapasitas yang berbeda. Rasa kepercayaan antar satu tim adalah kunci dari pencapaian target yang gemilang. Seharusnya yang harus ditanam dalam mindset karyawan adalah “Sebesar apapun target yang dicapai, haruslah tetap berdiri optimis dan mempunyai rasa penerimaan yang besar”.

Penerapan:

Tanamkan mindset pada karyawan bahwa kecerdasan saja tidaklah cukup untuk membangun perusahaan yang besar. Ada yang lebih besar dari pada itu, ia adalah kekuatan perasaan. Perasaan yang lebih untuk memahami tujuan end working, perasaan yang lebih untuk mencintai pekerjaan dan perasaan yang lebih untuk melakukan penerimaan yang besar ketika diri kecewa karena gagal mencapai target. Tidak semua hal harus diakui diatas kertas putih. Setiap hal punya gaya dan percepatan masing-masing, serta berkembang sesuai waktunya. Jangan biarkan perasaan karyawan larut dalam rasa terburu-buru karena perbedaan titik kesuksesan.

2. Emotional approach method

Emotional approach method adalah konsep pendekatan emosional, untuk menciptakan rasa suka dan bahagia dalam bekerja. Konsep pendekatan emosional ini untuk meningkatkan frekuensi cara berfikir positif serta meremajakan energi.

Berfikir positif merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi performa kinerja karyawan.  Emotional approach method dilakukan dengan cara menciptakan komunikasi yang baik. Sebenarnya banyak hal yang mampu diciptakan dari sebuah komunikasi. Salah satunya adalah  menjalin feelings communication  atau dikenal dengan istilah komunikasi perasaan.

Dalam riset yang saya lakukan, kebanyakan seorang pemimpin gagal dalam menjalin komunikasi perasaan terhadap karyawan, sehingga menyebabkan buruknya hubungan kerja sama tim. Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi perusahaan, karena dapat merusak performa karyawan yang memiliki passion dan potensi yang baik.

Selama ini, sebagian besar seorang pemimpin fokus dalam pengembangan dari segi teknis dan mengabaikan development feelings communication. Ini tidaklah buruk sebenarnya, namun hal ini hanya akan memberikan dampak hanya 50% terhadap pengembangan diri karyawan.

Perasaan bukan soal fakta, angka maupun buku teori, melainkan tentang sebuah instinct, sebuah pemikiran baru untuk sebuah dorongan dari dalam diri, untuk menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Berbeda dalam artian sebuah perubahan baru menjadi versi yang lebih baik dari sebelumnya.

“Makna kehidupan adalah untuk menemukan bakatmu dan tujuan hidup adalah untuk memberikannya” Pablo piccaso.

Seperti apa yang dikatakan Pablo piccaso, bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik ketika diri menemukan bakat dan tujuan. Seperti halnya bekerja, ada tujuan berarti ada alasan untuk merubah pola fikir bagaimana cara bekerja yang baik.

Penerapan:

Seorang pemimpin harus menjadi pribadi open mind, dan menjadi pribadi lebih perhatian dengan menjadi karakter yang lebih sadar untuk mengamati realitas dari pada menjadi penonton. Dalam konteks ini, ada hal yang menjadi garis besar bahwa ada yang menjadi pembatas kesuksesan, ia adalah komunikasi yang buruk. Pemimpin harus menciptakan komunikasi yang baik dari level karyawan paling kecil dengan cara menjadi pendengar yang baik dan menjadi the good respect for employee ideas.

3. Find a way to be a winner

Tidak mudah menjadi pribadi yang menginspirasi diperusahaan, pribadi yang mampu menjadi promotor perubahan. Find a way to be a winner,  tentang sebuah perjalanan menuju pribadi pemenang.

Terkadang karyawan bekerja dengan mindset yang salah. Mereka hanya berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang saja dan mengabaikan rasa produktifitas.

Banyak karyawan bekerja dengan mindset yang merelakan mimpinya, memilih untuk bekerja rata-rata, dan cara bekerja yang gampang. Itulah salah satu menjadi faktor terbesar yang membuat perusahaan tidak berkembang. Salah satu hal yang akan membuat perubahan yang besar adalah merevolusi sudut pandang karyawan dalam etika bekerja.

Seperti yang dikatakan Wayne Dyer, terkadang perlu mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka sesuatu yang kita lihat akan berubah.

AI bekerja dari segi perasaan untuk mendorong melahirkan potensi yang baru. Ada tiga hal yang akan merubah sudut pandang karyawan dalam pekerjaannya yakni waktu, alasan dan selamanya.

Waktu, seberapa jauh diri untuk menjelajah dan menemukan tingkat kepercayaan, harga diri, dan kesadaran  yang baru. C.S Lewis berkata, “ Dirimu tidak mempunyai jiwa, tapi dirimu lah jiwa itu sendiri dan jiwa dirimulah yang memiliki tubuh” . Ketika mindset perasaan kita bekerja untuk menyadari bahwa diri ini abadi, kekal, penuh pengetahuan, penuh kebahagiaan dan hidup dari ruang dimana kita mampu menerangi seluruh dunia, saat itulah diri ini menjadi seorang pemenang.

Alasan, sekuat apapun tantangan pekerjaan yang anda lalui, pasti anda akan menemukan satu titik alasan untuk bertahan, bahkan memicu diri untuk berevolusi menjadi sesuatu yang besar meski mengorbankan segalanya, dan mungkin alasannya adalah orang-orang yang anda cintai.

Selamanya, tidak akan ada kata akhir dalam sebuah pekerjaan. Seorang karyawan sejati akan terus berkarya meski diri mereka terbuang. Mereka akan hanya memikirkan bagaimana caranya menciptakan karya di perusahaan.

Penerapan

Dalam target pencapaian perusahaan terkadang banyak sekali hal-hal yang tidak tercapai. Seorang pemimpin harus mengajarkan pada karyawan bahwa tidak semua pencapaian harus ditentukan oleh angka, karena dalam kegagalan, akan menemukan kekuatan terbesar dalam diri. Sukses tidak dibangun diatas kesuksesan. Sukses dibangun diatas kegagalan, atas rasa frustasi, dan atas ketakutan yang harus dikalahkan. Tanamkan mindset rasa kepercayaan diri yang tangguh pada karyawan, bahwa saat gagal bukan berarti semua telah berakhir namun disitulah diri sedang diarahkan ke dalam sesuatu yang lebih baik.

Source Kecerdasan Buatan (AI), Inspirasi Menjadi Karyawan Versi Terbaik

Leave A Reply

Your email address will not be published.