Kawasan Industri JIIPE di Gresik Semakin Dilirik Investor

8

11 April 2016

Gresik – Kawasan Industri Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) yang berada di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, rupanya semakin diminati investor. Jumlah investor yang menyasar kawasan ini tercatat terus meningkat. Dari yang semula hanya empat industri yang sedang membangun pabrik di sana pada saat peresmian Dermaga Terminal (29/1/2016), kini total sudah ada tujuh perusahaan. Sementara dari 1.761,4 hektare yang bakal diperuntukkan untuk lahan industri, sejauh ini sudah sekitar 1.400 hektare lahan yang telah dibebaskan.

“Selain itu, sudah ada 12 perusahaan yang telah MoU (kesepakatan kerjasama) dengan kami, namun belum memulai pengerjaan konstruksi perusahaannya,” ucap Direktur PT Usaha Era Pratama Nusantara anak usaha PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Koko Mathew Z, Sabtu (9/4/2016). PT AKRA merupakan pihak pengelola Kawasan Industri JIIPE bersama dengan PT Pelindo III (Persero). Sementara empat industri yang sedang membangun pabriknya di JIIPE adalah, PT Unichem Candi Indonesia, PT Clariant Indonesia, PT Tirta Bahagia, dan AKR Group.

“Sementara tiga perusahaan baru tersebut, saya lupa nama pastinya. Hanya saja, perusahaan itu bergerak di bidang industri alat berat, pupuk, dan otomotif,” jelasnya. Sedangkan Dermaga Terminal di kawasan industri JIIPE yang resmi mulai beroperasi pada tanggal 29 Januari 2016 lalu, sampai saat ini baru disandari sebanyak tujuh kapal. Padahal, dalam waktu jangka panjang, dermaga ini diharapkan bisa mengurangi beban di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani saat meninjau kawasan industri JIIPE, Sabtu (9/4/2016) menambahkan, perkembangan JIIPE memiliki arti strategis dalam upaya Pemkab Gresik maupun Pemprov Jawa Timur (Jatim) untuk meningkatkan investasi daerah. Menurut dia, Jawa Timur (Jatim) diharapkan berkontribusi sebesar 10,6 persen terhadap target investasi Nasional, dalam rentang 2015-2019.

“Itu artinya, Jawa Timur akan menyumbang Rp 347,2 triliun dalam lima tahun ke depan, atau rata-rata Rp 74,8 triliun per tahun,” tutur Franky. Di sisi lain, Kabupaten Gresik yang berkontribusi terhadap pencapaian realisasi investasi Pemprov Jatim. Tahun lalu, Kabupaten Gresik mencatat masuknya investasi sebesar Rp 9 triliun atau 13 persen dari investasi total yang masuk ke Pemprov Jatim sebesar Rp 67,9 triliun. “Diharapkan dengan adanya JIIPE ini, nilai investasi yang masuk di Kabupaten Gresik akan terus meningkat. Meski untuk saat ini dampaknya belum begitu terasa, karena proses pengerjaan JIIPE ini juga belum rampung,” papar Franky.

Source Kawasan Industri JIIPE di Gresik Semakin Dilirik Investor

Leave A Reply

Your email address will not be published.