Kampanye Budaya K3 Pelabuhan Benoa Bali

25

16 Februari 2016

Benoa  Setiap tanggal 12 Januari hingga 12 Februari telah dicanangkan oleh pemerintah  menjadi Bulan K3. Seluruh instansi perintah maupun perusahaan swasata di negeri ini wajib untuk mengimplemetasikan K3 dalam setiap proses bisnisnya. Pada tahun kedua K3 mengangkat tema “Tingkatkan budaya K3 untuk mendorong produktivitas dan daya saing di pasar internasional”.

Budaya K3 sendiri merupakan suatu bentuk upaya untuk mencapai situasi perusahaan, di mana karywan di dalamnya merasa sehat, dan merasa aman dari suatu bahaya maupun risiko yang muncul. Dapat dikatakan pula, tujuan akhir dari suatu program K3 di perusahaan adalah tidak adanya angka kecelakaan kerja, bahkan hingga tidak adanya angka kesakitan akibat kerja di dalam perusahaan.

Dalam rangka bulan K3, Pelindo III mengadakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan K3 di Pelabuhan Benoa Bali. Rangkaian kegiatan tersebut dimulai dari mengadakan kerja bakti bersama dengan unsur maritim di lingkungan Pelabuhan Benoa, senam bersama, donor darah, sosialisasi K3, dan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen berbudaya K3 yang ditandatangani oleh segenap unsur maritim, simulasi evakuasi dan tanggap darurat serta pelatihan pemadam kebakaran dan ditutup dengan upacara Apel K3.

Kegiatan bulan K3 di Pelabuhan Benoa dihadiri oleh Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto. Dirsum Pelindo III tersebut memberikan arahan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja kepada para karyawan di Pelabuhan Benoa.

Dalam sambutan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dibacakan dalam Apel K3 mengatakan, salah satu tantangan besar yang kita hadapi di sektor ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja. Dalam jangka panjang diharapkan masyarakat industri di Indonesia memiliki kemandirian dalam berbudaya K3. Karena budaya K3 merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan oleh karena itu perlu dikembangkan oleh semua pihak secara terus-menerus.

“Berbudaya K3 bukan hanya tanggung jawab perusahaan tetapi juga tanggung jawab karyawan secara individu. Perlu kesadaran yang tinggi setiap individu untuk dapat bertanggung jawab kepada diri sendiri maupun orang lain untuk keselamatan serta kesehatan kerja. Dengan kesadaran berbudaya K3 akan menciptakan keamanan serta kenyamanan kerja dan impact terbesar bagi perusahaan adalah menimimalisir kerugian karena tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident)”, ujar GM Pelabuhan Benoa, Capt Ali Sokidin menambahkan.

Dalam bulan K3, Pelindo III menerapkan bahwa K3 bukan hanya sekedar formalitas, namun  integritas. Memerlukan usaha yang terus menerus untuk dapat merubah perilaku tak acuh menjadi sadar akan budaya K3, karena budaya K3 juga mencerminkan masyarakat yang teredukasi dengan baik tentang K3. Masyarakat yang teredukasi dengan baik akan membawa perilaku yang baik pula pada masyarakat luas khususnya masyarakat internasional. Dengan demikian, budaya K3 ini merupakan cerminan dari budaya Negara Indonesia.

Source Kampanye Budaya K3 Pelabuhan Benoa Bali

Leave A Reply

Your email address will not be published.