KA Cepat Picu Sentra Ekonomi Baru di Jawa Barat

31

09 Oktober 2015 — Jakarta Pengembangan sentra ekonomi baru di Jawa Barat ke depan akan ditopang rencana pemerintah untuk mengembangkan kereta api cepat (high speed rail/HSR) Jakarta-Bandung sehingga menggerakkan perekonomian nasional.

“Kereta api itu mobilitas untuk rakyat, keberadaan HSR harus dipandang dari sisi kepentingan pembangunan ekonomi dari satu kota ke kota lain yang menghubungkan suatu sentra produksi dengan jaringan distribusi,” tegas pengamat transportasi, Jusman Syafi’I Djamal,di Jakarta, Jumat (9/10). Moda transportasi kereta, tambah

mantan Menteri Perhubungan itu, bukan merupakan alat transportasi baru bagi masyarakat. Indonesia sudah menguasai teknologi perkeretaapian seperti yang ditunjukkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dan PT LEN Industri (Persero). Selain itu, industri pendukungnya sudah tumbuh seperti beton yang diproduksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk maupun PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Menurut dia, pengembangan kereta api cepat akan memberikan dampak positif pada industri kereta nasional. Pertama, keahlian, rekayasa dan rancang bangun yang dimiliki INKA bisa ditingkatkan. Selain itu, industri kereta cepat akan meningkatkan kebutuhan terhadap aluminium sebagai bagian dari bahan pembuat gerbong.

Selain itu, Jusman menuturkan pengembangan kereta cepat itu hanya menarik kalau menghubungkan dua kota besar misalnya Bandung-Jokarta, Yogyakarta-Jakarta, atau Surabaya-Jakarta. “Apalagi menghubungkan Jakarta-Bandung, satunya kota megapolitan dan satu lagi kota kecil yang sedang tumbuh yang biaya hidupnya lebih rendah ketimbang Jakarta,” ujarnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran Kodrat Wibowo, menambahkan kehadiran kereta cepat akan memberi manfaat ekonomi yang besar. Ini berangkat dari asumsi bahwa transportasi akan menjadi pemicu atau pendorong pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. “Dengan hadirnya kereta cepat mobilitas manusia akan semakin cepat sehingga pertumbuhan dan perkembangan suati daerah semakin cepat,”kata Kodrat.

Pengembangan proyek KA super cepat itu digarap oleh ChinaRailway Corporation bekerja sama dengan empat BUMN, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kereta Api Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara VIII yang membentu perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. Nilai proyek kereta api cepat ini US$ 5,85 miliar dengan panjang rute 150 kilometer dengan trase Gambir, Jakarta-Gedebage, Bandung

Source KA Cepat Picu Sentra Ekonomi Baru di Jawa Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.