JR Maluku Sosialisasi Penyesuaian Tarif IWKBU

42

28 April 2017, Humas Maluku — Ambon-Bertempat di ruang rapat, Kamis 27 April 2017, PT Jasa Raharja (Peresero) Cabang Maluku menggelar sosialisasi penyesuaian Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) kepada perwakilan pengusaha angkot di Ambon menyusul adanya kebijakan pemerintah yang akan menaikan tunjangan kecelakaan baik untuk korban luka maupun meninggal dunia terhitung mulai 1 Juni 2017 mendatang.

Sosialisasi yang berlangsung di Kantor Jasa Raharja Maluku di Jalan Jenderal Sudirman itu ikut dihadiri pihak Organda Provinsi Maluku. Dalam sosialsiasi itu pihak Organda dan perwakilan pengusaha angkot bersepakat untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penyesuaian IWKBU.

Kepala Cabang Jasa Raharja Maluku, Marganti Sitinjak mengungkapkan, peraturan menteri keuangan nomor 15 tahun 2017 secara jelas telah mengatur kenaikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas dengan besaran dua kali lipat dari jumlah santunan sebelumnya yang masih berpegang pada aturan tahun 2008.

“Sesuai peraturan itu kenaikan santunan kecelakaan akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2017. Jadi Jasa Raharja membangun koordinasi melalui wadah organda, untuk membahas masalah ini,”kata Marganti kepada waratwan, Kamis (27/4/2017).

Dia mengaku kenaikan santunan kecelakaan itu dilakukan atas berbagai kajian dan juga masukan dari berbagai pihak. Menurutnya pemerintah menilai bahwa jumlah santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan saat ini sudah tidak layak lagi sehingga harus dinaikkan.

“Keputusan menteri itu bahwa santunan meninggal dunia akan naik dari sebelumnya Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta terutama saya garis bawahi untuk biaya perawatan selama ini yang hanya Rp 10 juta naik menjadi Rp 20 juta,”jelasnya.

Dia mengaku sudah beberapa kali pihaknya berkoordinasi dengan Organda terkait penyesuaian IWKBU, dan hari ini (kemarin) pihaknya langsung mengundang perwakilan pengusaha angkot untuk menjelaskan persoalan tersebut. Dia mengaku kebijakan pemerintah itu wajib disampaikan ke pihak Organda khususnya para pengusaha angkutan umum di Maluku khususnya kota Ambon, sebab para pengusaha ini yang akan nanti membayar IWKBU yang juga akan mengalami penyesuaian menyusul kenaikan santunan kecelakaan.

“Jadi kebijakan itu harus kita sampikan di daerah makanya kita lakukan pertemuan dan harus kita sampaikan ke pengusaha transportasi karena mereka nanti yang membayar penyesuaian santunan per 1 juni. Santunannya pariatif, jadi kita itu pakai sistim borongan sesuai kesepakatan.Jadi kita mengkaji berbagai spek, naiknya tidak terlalu berat-berat juga tapi namanya ketentuan harus kita sampaikan ke public,”ungkapnya.

Terkait rencana tersebut, Sekretaris Organda Maluku, Yosep O Pattipawae mengaku sebagai lembaga yang ikut bertanggung jawab terhadap kepentingan pengusaha transportasi maka pihaknya akan mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah tersebut.

“Karena itu kita harus bersinergi dengan pemerintah dan jas araharja agar kebijakan itu dapat berjalan dengan baik,”ujarnya.

Dia mengatakan terkait kebijakan itu, pihaknya juga akan mensosialisasikan kepada seluruh pengusaha angkutan umum yang ada di Ambon. Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk selanjutnya berkoordinasi dengan komisi di DPRD Maluku yang membidangi masalah transportasi.

“Dalam waktu dekat besok atau lusa kita akan koordinasikan dengan Kepala Dinas Perhubungan untuk selanjutnya kita koordinasikan dengan komisi yang membidangi masalah perhubunagn di DPRD,”jelasnya.

Dia menambahkan kebijakan pemerintah untuk menaikkan santunan kecelakaan patut diapresiasi, sebab langkah itu sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap para korban kecelakaan.

“Tugas kami adalah menjembatani pemerintah daerah dengan Jasa Raharja dan pengusaha sehingga seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh Negara dapat dijalankan secara baik. Tentang kenaikan santunan itu berarti bahwa pemerintah sangat perhatian kepada korban yang mengalami kecelakaan,”ungkapnya.

Sementara itu salah satu perwakilan pengusaha ankutan umum mengaku tidak keberatan dengan kebijakan penyesuaian IWKBU selama kebijakan itu untuk kepentingan seluruh masyarakat khususnya para korban kecelakaan. “Ya kami setuju dengan keputusan itu, karena ini juga untuk kepentingan masyarakat,”katanya.

Source JR Maluku Sosialisasi Penyesuaian Tarif IWKBU

Leave A Reply

Your email address will not be published.