JR Cabang Maluku Hadiri Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017

62

26 Januari 2017, Humas Maluku — Ambon-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Rabu, menggelar Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan tahun 2017 bertempat di Baileo Siwalima Ambon, Rabu (25/1/2017). Kepala Cabang Jasa Raharja Maluku, Marganti Sitinjak, didampingi Kepala Unit Keuangan JR Maluku, Dwi Restu Handoyo menghadiri acara tersebut. Acara tersebut ikut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Maluku, Said Assagaff, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pemimpin Pelaku Industri Jasa Keuangan, akademisi, asosiasi di Industri Jasa Keuangan serta stakeholder terkait lainnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Bambang Hermanto dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun 2016 bukanlah tahun yang mudah, terlebih dalam beberapa waktu terakhir terlihat dinamika perekonomian global dan nasional berlangsung begitu cepat. Namun di tengah seluruh dinamika tersebut, capaian kinerja ekonomi nasional masih tercatat positif.

Di saat banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan, PDB Indonesia tetap dapat tumbuh cukup tinggi dan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Pada level provinsi, meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku sempat mengalami perlambatan pertumbuhan pada akhir tahun 2016 namun pertumbuhan tersebut masih tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan nasional,” kata Bambang.

Menurutnya, secara kuantitatif, indikator keuangan perbankan dan industri keuangan non bank di Provinsi Maluku tercatat tumbuh positif. Hal tersebut ditujukan dengan nilai pencapaian aset dan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk kredit.

“Di Provinsi Maluku, aset industri perbankan (bank umum dan BPR), tercatat tumbuh positif. Pertumbuhan total asset posisi Desember 2016 year on year sebesar Rp1.09 T atau 6.49%, dari posisi Desember 2015,”terangnya.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran dana ke masyarakat dalam bentuk kredit yang meningkat sebesar Rp1.01 T atau 11.65% dari posisi Desember 2015. Dapat kami sampaikan bahwa pertumbuhan penyaluran dana dalam bentuk kredit di Provinsi Maluku sebesar 11.65% lebih tinggi dari pertumbuhan kredit rata rata nasional yang pada posisi November 2016 tercatat tumbuh sebesar 8.76% (y-o-y).

Hal tersebut kata dia merupakan suatu catatan positif terhadap kinerja penyaluran kredit di Provinsi Maluku. Pada industri keuangan non bank, pada posisi November 2016 total aset dana pensiun dan piutang pembiayaan se-Provinsi Maluku juga tercatat tumbuh posisif.

“Piutang pembiayaan se-Provinsi Maluku tercatat tumbuh sebesar 19.91% dari Rp424.93 Miliar menjadi Rp483.82 Miliar dan pada posisi yang sama total aset dana pensiun tumbuh sebesar 4.15% dari Rp138.10 Miliar menjadi Rp143.83 Miliar,” kata Bambang.

Di akhir acara Kepala Jasa Raharja Maluku beserta Gubernur Maluku dan seluruh peserta Rapat berfoto bersama

Source JR Cabang Maluku Hadiri Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2017

Leave A Reply

Your email address will not be published.