Jokowi: Kawasan Industri Manyar akan Menjadi Proyek Percontohan

32

11 November 2015

Gresik – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo akan membuat kawasan industri yang terhubung dengan pelabuhan. Hal itu disampaikan saat melihat Pelabuhan Manyar dan kawasan industri Java Intregrated Industrial Port and Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar, Rabu (11/11/2015). “Kawasan ini terintegrasi antara kawasan industri dengan pelabuhan. Kawasan ini yang sering saya sampaikan, kalau membuat kawasan industri harus terintegrasi dengan pelabuhan dan minimal 2.000 hektar.

Ini sudah terpenuhi, karena berapa?, 2.900 hektar. Ini kalau kita berbicara ingin jangka 50 sampai 100 tahun yang akan datang. Ya seperti ini. Konsep besarnya,” kata Joko Widodo yang akrap disapa Jokowi, saat meninjau pelabuhan dengan didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, CEO JIIPE Bambang Soetiono dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo.

Menurutnya, pembuatan kawasan industri tersebut bisa dikerjakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau swasta dengan BUMN dan swasta murni. “Semua titik yang sudah saya sampaikan. Baik di Sumatra, di Kalimantan, Sulawesi dan Papua, semua juga seperti ini modelnya. Bisa dikerjakan oleh BUMN, bisa kersama Swasta BUMN dan bisa dikerjakan swasta sendiri. Dengan cara ini, produk kita akan mempunyai nilai kompetitif yang tinggi, karena jarak antara pabrik dan pelabuhan satu lokasi. Sehingga tidak ada transportasi dan distribusi, semua ada di kawasan ini,” imbuhnya.

Setelah melihat kawasan Pelabuhan Manyar dan kawasan industri JIIPE, Jokowi akan membuat kawasan industri di Manyar,Gresik, menjadi percontohan untuk pembuatan kawasan industri di daerah-daerah lain. “Kita akan membuat model-model, membuat contoh-contoh, begitu modelnya benar, daerah lain tinggal copy. Lihat itu di Jawa Timur,” katanya. Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa BKPM berkeinginan agar investasi tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, namun juga harus mampu menyentuh langsung dan berperan dalam mensejahterakan masyarakat.

“Program sinergi investasi dengan pondok pesantren ini merupakan bagian dari inisiatif investasi untuk rakyat. Secara lebih konkret kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Agama pada 23 Agustus 2015 tentang peningkatan kapasitas SDM, penyerapan tenaga kerja kalangan santri, dan kemitraan antara investor dengan pondok pesantren,” kata Franky Sibarani, dalam peluncuran program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi dengan pondok pesantren di kawasan industri JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik.

Menurut Franky, peluncuran program ini juga dilakukan untuk mendukung penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri untuk menghormati jasa besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan. Program ini dikembangkan melalui pilot project di tiga kabupaten, yaitu di Gresik, Jawa Timur, Boyolali, Jawa Tengah, dan Majalengka, Jawa Barat. “Kami memilih lokasi peluncuran program ini di Jawa Timur, atas dasar bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah santri terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 70persen dari total santri Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Franky juga menyampaikan bahwa terdapat program SMK Mini di Jawa Timur, yaitu santri yang akan lulus pendidikan tingkat menengah memperoleh keterampilan SMK selama enam bulan. Pilot project ini melibatkan tiga perusahaan dengan potensi total penyerapan tenaga kerja mencapai 21.741 orang. Di sisi pesantren, terdapat sembilan pesantren dan Madrasah Aliyah yang ikut berpartisipasi dengan jumlah santri sekitar 7.000 orang. Sebagai simbol peluncuran program, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera selaku pengelola kawasan industri JIIPE dan Pondok Pesantren Qomarudin dalam pengembangan kapasitas SDM santri melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Source Jokowi: Kawasan Industri Manyar akan Menjadi Proyek Percontohan

Leave A Reply

Your email address will not be published.