Jasa Raharja Bayarkan Santunan Korban BUS Handoyo

38

20 Desember 2016, Humas Kantor Pusat — Jasa Raharja sebagai Perusahaan BUMN yang khusus menjamin korban kecelakaan lalu lintas  telah membayarkan santunan  meninggal dunia sebesar Rp. 25 Juta/per orang dan maksimal Rp. 10 Juta/orang kepada korban kecelakaan Bus Handoyo yang mengalami kecelakaan hari Minggu dinihari, (18/12), di pemalang.

Kecelakaan bus Handoyo tercebur ke sawah menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka. Bus jurusan Yogyakarta-Jakarta dengan nopol AA 1409 EA melaju dari Purwokerto ke arah Pemalang. Sesampainya di jalan turunan, diduga rem bus blong sehingga tak bisa dikendalikan dan tercebur di sawah.

Untuk korban yang meninggal dunia di tempat langsung dibayarkan santunannya oleh Jasa Raharja Cabang Jawa Tengah melalui perwakilan dan kantor KPJR.

Santunan Jasa Raharja telah diberikan sebesar Rp. 25 juta per orang untuk 4 (empat) orang Ahli Waris pada hari minggu tanggal 18 Desember 2016 dan untuk 2 (dua) orang Ahli Waris menyusul keesokan harinya dikarenakan mereka belum memiliki Rekening BRI. Dan untuk 2 (dua) korban yang belum terindentifikasi, Jasa Raharja masih berkoordinasi dengan pihak Ditlantas.

Sedangkan untuk korban yang di rawat karena Luka Berat dan Luka Ringan di RS Citra Medika Muhamadiyah Randu Dongkal dan RSUD Mardo telah diberikan Garanti Letter (GL) oleh Jasa Raharja kepada pihak Rumah Sakit sebagai penjamin bahwa nantinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan korban akan di tanggung oleh Jasa Raharja maksimal Rp. 10 juta per korban.

Jasa Raharja akan tetap berusaha memberikan yang terbaik dengan ikut mensosialisasikan tertib berlalulintas, memberikan bantuan seperti barikade, traffic cone dan tanda peringatan lalu lintas.

Semoga tingkat kecelakaan dapat berkurang seiring dengan tingkat pengetahuan dan tingkat kesadaran yang tinggi bagi masyarakat khususnya pengguna kendaraan umum dan pengguna jalan lainnya.

Source Jasa Raharja Bayarkan Santunan Korban BUS Handoyo

Leave A Reply

Your email address will not be published.