Jasa Marga Bantah Berita Mengenai PHK Karyawannya

3

PRESS RELEASE

PT JASA MARGA (Persero) Tbk.
Nomor: 120/2017 Tanggal 2 November 2017

JAKARTA (02/11), Menjawab pemberitaan yang berkembang perihal Jasa Marga akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan akibat elektronifikasi, dengan nilai pesangon yang jumlahnya lebih kecil dari yang seharusnya, Jasa Marga menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.

Jasa Marga menyatakan bahwa memang benar program elektronifikasi di jalan tol menyebabkan berkurangnya jumlah kebutuhan karyawan di lapangan, yang bertugas sebagai Petugas Pengumpul Tol. Namun demikian Jasa Marga menegaskan kembali komitmennya, untuk tidak melakukan PHK akibat
elektronifikasi tersebut.

Dalam jumlah tertentu, di lapangan tetap dibutuhkan petugas sebagai Pengawas Gerbang Tol Otomatis (GTO)/Gerbang Tol Semi Otomatis (GSO). Selanjutnya, bagi mereka yang yang tidak lagi bekerja sebagai Pengawas GTO/GSO di Gerbang Tol, Jasa Marga memberikan pilihan menarik dalam bentuk “Program Alih Profesi (A-Life)” kepada karyawan tersebut, sejalan dengan perkembangan usaha bisnis Jasa Marga yang dalam 3 tahun ke depan (2017-2019) memiliki target untuk mengoperasikan 600 Km jalan tol baru. Kepada mereka diberikan kebebasan secara sukarela, untuk memilih bergabung atau tidak bergabung dalam program A-Life ini.

Secara garis besar, terdapat paling tidak tiga jalur skenario untuk Program Alih Profesi yang dapat dipilih karyawan, sebagai berikut:

1. Alih profesi menjadi karyawan di Kantor Cabang atau Kantor Pusat, dengan status tetap sebagai Karyawan PT Jasa Marga.

2. Alih profesi menjadi karyawan di Anak Perusahaan Jasa Marga Group. Dalam hal ini terjadi, maka karyawan akan melepaskan status sebagai Karyawan Jasa Marga dan memperoleh semua hak-haknya
yang normatif disertai dengan berbagai insentif-insentif tambahan, dan tetap bekerja sebagai Karyawan di Anak Perusahaan Jasa Marga Group. Paket kompensasi dapat diinvestasikan atau dijadikan modal
usaha, dan karyawan akan tetap memiliki penghasilan tetap setiap bulannya dan pekerjaan sebagai karyawan di Anak Perusahaan Jasa Marga Group.

3. Alih profesi sebagai wirausaha. Dalam hal ini terjadi, karyawan akan melepaskan status sebagai Karyawan Jasa Marga dan memperoleh semua hak-haknya yang normatif disertai dengan berbagai insentif-insentif tambahan, dan selanjutnya melakukan alih profesi menjadi wirausahawan. Paket kompensasi tersebut dapat dijadikan modal usaha, bahkan terbuka kemungkinan Jasa Marga
memberikan tempat usaha di Rest Area-Rest Area di jalan tol baru yang akan dioperasikan Jasa Marga.

Paket kompensasi yang diberikan Jasa Marga kepada karyawannya yang memilih untuk alih profesi baik bekerja di Anak Perusahaan Jasa Marga Group maupun menjadi wirausaha, besarannya jauh di atas ketentuan pesangon normatif.

Berikut gambaran tabel perbandingan manfaat program Alih Profesi Jasa Marga, dibandingkan dengan aturan normatif ketenagakerjaan:
(terlampir)

Dapat disimpulkan dari tabel di atas, bagi karyawan Jasa Marga yang akan alih profesi, selain memberikan uang pesangon sesuai dengan aturan normatif, Jasa Marga juga memberikan banyak sekali manfaat lainnya untuk Program Alih Profesi ini.

Bagi yang alih profesi ke Anak Perusahaan, manfaat tambahan diatas ketentuan normatif yang diberikan meliputi: Manfaat Pensiun DPJM/DPLK sesuai masa kerja, Manfaat Purnakarya sebesar 24 bulan gaji dibayar tunai di muka, yang kesemuanya bisa diinvestasikan atau dijadikan modal usaha, lalu masih memperoleh bantuan pembelian kendaraan, dan masih memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap di Anak Perusahaan Jasa Marga Group. Dan bahkan dengan kualitas pekerjaan yang lebih baik dengan tidak lagi bekerja di lapangan yang terkendala polusi, debu, ruang kerja sempit, dsb.

Sementara bagi yang alih profesi menjadi wirausaha, Jasa Marga memberikan manfaat tambahan di atas ketentuan normatif yang diberikan, meliputi: Manfaat Pensiun DPJM/DPLK sesuai masa kerja, Manfaat Purnakarya sebesar 24 bulan gaji dibayar tunai di muka, dan masih memperoleh bantuan modal kerja dengan besaran hingga 200 juta rupiah (diluar manfaat-manfaat di atas). Jasa Marga juga akan memberikan pelatihan wirausaha, dan terbuka kemungkinan karyawan yang alih profesi akan menerima bantuan lagi, berupa fasilitas outlet untuk berjualan di rest area-rest area baru di jalan tol baru milik Jasa Marga.

Program alih profesi yang ditawarkan Jasa Marga diyakini memberikan kualitas hidup yang lebih baik kepada Petugas Pengumpul Tol Jasa Marga dan mendapat sambutan yang luar biasa. Per hari ini, 2 November 2017, dari lebih 900 formasi yang disediakan dalam program ini, karyawan yang telah mendaftar
mencapai jumlah lebih dari 1.200 karyawan, yang ingin alih profesi ke Anak Perusahaan. Diluar itu, hingga hari ini, terdapat juga sekitar 100 karyawan yang telah mendaftar alih profesi menjadi wirausaha.​

Program A-Life ini dirancang bersama antara pihak Manajemen Jasa Marga dan Serikat Karyawan Jasa Marga (SKJM). Semua sosialisasi program dilakukan bersama dan karyawan diberikan kebebasan memilih.​

Program alih profesi ini oleh Manajemen dan SKJM secara bersama sudah dilaporkan dan mendapat tanggapan serta dukungan yang positif dari Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan Ditjen PHI berkesimpulan bahwa hubungan industrial di Jasa Marga telah berjalan dengan baik dan kondusif.​

Program alih profesi ini juga mendapat tanggapan dan dukungan yang positif dari Konfederasi Serikat Pekerja BUMN.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Dwimawan Heru
AVP Corporate Communication
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 13550
Telp. 021 8413526 / ext.117
Email. [email protected]

Source Jasa Marga Bantah Berita Mengenai PHK Karyawannya

Leave A Reply

Your email address will not be published.