Itdc-Pnm Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi Di Bali

13

Buleleng, 16 November 2017 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas usaha mitra binaan, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata the Nusa Dua Bali dan KEK Pariwisata Mandalika Lombok, bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM menyelenggarakan program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi klaster petani kopi Kelompok Wanita Tani ‘Amerta Giri’ di Desa Wanagiri, Kab. Buleleng Bali.  Pembukaan program capacity buildingtersebut dilakukan hari ini oleh Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC Jatmiko Santosa, Direktur Kepatuhan PNM Arief Mulyadi, yang dirangkai dengan peresmian product display stand dan peluncuran kemasan kopi ‘Amerta Giri’ serta penyerahan bantuan peralatan seduh kopi (manual brewing).

Program capacity building yang diikuti sembilan belas petani kopi wanita tersebut mencakup pelatihan mengenai kemasan produk dan pengenalan teknik seduh kopi manual brewing.  Pelatihan Kemasan Produk bertujuan agar anggota ‘Amerta Giri’ dapat mengenal dan mengetahui teknik pembuatan kemasan produk sehingga ke depannya mampu  mengemas hasil produk olahan kopinya dengan baik serta menarik.  Sedangkan pelatihan pengenalan teknik seduh kopi manual brewing bertujuan untuk mengenalkan para petani kepada berbagai variasi teknik seduh kopi secara manual yang sedang populer saat ini, seperti metode French Press, Vietnam Drip, V-60, Moka Pot, Syphone dan Rox Presso, melengkapi metode seduh kopi klasik Kopi Tubruk yang sudah dikuasai sebelumnya.

Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan ITDC Jatmiko K. Santosa mengatakan, “Melalui program pelatihan ini, kami ingin membekali para petani kopi mitra binaan kami dengan kemampuan pemasaran yang lebih baik melalui pembuatan kemasan produk yang lebih baik dan menarik.  Selain itu, kami juga memberikan pelatihan teknik seduh kopi yang sesuai perkembangan jaman agar para mitra binaan kami bisa mengambil manfaat ekonomi seoptimal mungkin dari produksi kopi mereka seiring dengan peningkatan konsumsi kopi di Indonesia.”

Menurut Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) pertumbuhan konsumsi kopi di Indonesia mencapai lebih dari 8% setiap tahunnya, jauh di atas pertumbuhan permintaan kopi secara global, yang tahun 2016 mencapai hanya 2,5%.  Tingkat konsumsi tersebut diperkirakan akan terus meningkat, melihat saat ini konsumsi kopi masyarakat Indonesia masih relatif kecil hanya 1,2 kilogram per kapita per tahun dibandingkan antara lain Amerika Serikat yang telah mencapai 4,3 kilogram dan Jepang 3,4 kilogram per kapita per tahun.

Jatmiko menambahkan, melihat potensi konsumsi kopi yang masih tinggi di masa depan tersebut, ITDC memberikan pelatihan bagi petani kopi agar mereka mampu memberikan nilai lebih dan nilai tambah pada produknya atau bahkan mampu melakukan diversifikasi usaha berbasis kopi.  “Sehingga ke depan, mitra binaan kami tidak hanya mampu memproduksi kopi berkualitas, namun juga mampu mengemas produk yang dihasilkan menjadi produk olahan kopi yang mempunyai nilai komersial yang tinggi,” papar Jatmiko.

Direktur Kepatuhan PNM Arief Mulyadi menjelaskan, selain pelatihan bagi anggota kelompok tani ‘Amertha Giri’, Program Kemitraan lain yang dilaksanakan ITDC bersama PNM berupa penyaluran dana sebesar Rp 500 juta kepada klaster petani jeruk dari kelompok tani “Gapoktan Budi Luhur”, Desa Katung, Kec. Kintamani, Bangli untuk budidaya tanaman jeruk jenis siam maupun slayer. Selain itu, dilakukan penyaluran dana sebesar Rp500 juta kepada klaster petani kopi yang tergabung dalam kelompok “Mertha Buana” asal Desa Belok/Sidan, Kec. Petang, Kab. Badung untuk budidaya tanaman kopi varietas kopi robusta dan arabika. Mitra binaan Mertha Buana bahkan telah menghasilkan produk olahan kopi unggulan berupa produk kopi bubuk maupun produk kopi Roasted bean dengan logo Kopi Mertha Buana.”.

Program capacity building bagi Kelompok Tani Wanita Amerta Giri ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CSR Weeks HUT 44 ITDC yang diselenggarakan menyambut ulang tahun ITDC ke-44.  Kegiatan lain dalam CSR Weeks HUT 44 ITDC adalah Sertifikasi Safety & Defensive Driving bagi Pengemudi Travel di KEK Pariwisata Mandalika pada tanggal 3-4 November 2017, pelatihan Bahasa Inggris untuk pemuda di desa-desa penyangga selama tiga bulan yang dimulai 7 November 2017, workshop wawasan industri pariwisata bagi guru SD/SMP dan pemuda dari desa-desa penyangga dan education trip ke the Nusa Dua pada 15-17 November 2017, pelatihan sadar wisata bagi pedagang asongan yang  beroperasi di Pantai Kuta Mandalika pada akhir bulan November 2017, serta sertifikasi MEA Pekerja Konstruksi untuk masyarakat yang berasal dari desa sekitar pada awal bulan Desember 2017.

“Dengan sejumlah kegiatan PK/BL yang kami laksanakan, kami harapkan masyarakat dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan serta permodalan sehingga mampu terus berkembang.  Harapannya, masyarakat dapat semakin merasakan kehadiran dan manfaat dari BUMN, sesuai dengan tagline BUMN Hadir Untuk Negeri,” tutup Jatmiko K. Santosa.

Source Itdc-Pnm Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi Di Bali

Leave A Reply

Your email address will not be published.