Investasi Port of Rotterdam di Pelabuhan Kuala Tanjung Tunggu Studi Kelayakan

64

14 Februari 2018 — Kepastian investor yang masuk pada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara masih menunggu hasil dari feasibility study atau studi kelayakan. Terkait kepastian investor tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pun melakukan pertemuan dengan CEO Port of Rotterdam (PoR) Rene Van Der Plas di kantornya, Jakarta.

Adapun, PoR merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pelabuhan asal Belanda. Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Chandra Irawan dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pelindo I Imam A Sulaiman.

Chandra mengungkapkan, nantinya hasil riview studi kelayakan tersebut akan menentukan skema investasi Port of Rotterdam di Pelabuhan Kuala Tanjung. “Saat ini di-review lagi studi kelayakannya oleh Pelindo I dan PT SMI. Sudah membuat hasil enam skenario. Dari beberapa itu ada satu yang memungkinkan untuk dibahas lagi,” ucapnya.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo I Iman A Sulaiman mengatakan, sebuah proyek tentunya harus membuat studi kelayakan mulai dari tahap layout, hingga pendanaan. “Kami sama Port of Rotterdam buat studi kelayakan. Nanti dari itu (studi kelayakan) seperti apa baru kami menginjak ke tahap apa. Setelah itu ada final design, final dicision Investment. Suatu proyek kan mata rantai banyak. Jadi jangan ujug-ujug lihat proyek bangun,” tuturnya.

Sementara dari nilai investasi juga tengah dibahas dalam studi kelayakan tersebut dan belum ditentukan jumlah finalnya. “2019 kontruksi Insya Allah. Pembangunan kira-kira tiga tahunan, kalau studi kelayakan masih berproses sekira pertengahan tahun,” sebut dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.