Ini Kiprah Banyuwangi Maksimalkan Pantai Boom

58

08 April 2015

“Dulu Pantai Boom ini agak kumuh Pak. Sekarang mulai terlihat bersih,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat mendampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo belum lama ini. Saat itu rombongan Menko Kemaritiman melihat langsung pantai yang didukungnya menjadi salah satu tempat parkir kapal “yacht” milik wisatawan dari luar negeri.

Karena Pantai Boom berada di areal Pelindo maka Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, bekerja sama dengan PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Wangi untuk mengembangkan potensi yang bisa dikembangkan di sektor pariwisata itu. Direncanakan, pengembangan pantai itu bertumpu pada kekuatan lautnya, salah satunya untuk parkir kapal “yacht”, penginapan dengan pemandangan laut dan gunung sehingga menjadi salah satu pundi-pundi pemerintah dan tentunya dampaknya langsung bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan pelabuhan marina di Pantai Boom yang luasnya mencapai 44 hektare lebih sudah digagas oleh pemerintah daerah. “Investasi untuk pengembangan di Pantai Boom itu bukan pemerintah daerah, tapi swasta dan BUMN. Pemda hanya mempermudah izinnya. Lokasinya juga strategis, hanya lima menit dari kota,” ungkapnya.

Menko Kemaritiman menyatakan mendukung Pemkab Banyuwangi membangun pelabuhan marina karena prospeknya sangat bagus. “Marina ini untuk bersandar kapal-kapal wisata, seperti yacht. Bupati yang buat, kami bantu promosinya,” tuturnya. Ia mengemukakan bahwa pelabuhan marina di Banyuwangi bisa menampung limpahan kapal dari Pelabuhan Benoa, Bali, termasuk juga wisatawan asing yang senang dengan objek di Bali wilayah utara dan barat.

Menurut dia, di Australia ada 20.000 hingga 30.000 kapal yacht yang memerlukan penitipan untuk parkir ketika pemiliknya selesai berlayar dan kembali ke negaranya. Harga sewa parkir yacht itu saat ini sekitar US$400 atau hampir setara dengan Rp5 juta per bulan. Sementara di Singapura ada sekitar 2.000 yacht. “Kalau ada 100 yacht, kan sudah masuk Rp0,5 miliar setiap bulan untuk sewa parkirnya saja. Biasanya orang-orang kaya yang memiliki yahct itu butuh parkir sampai satu tahun. Kalau mereka berlayar kan kapalnya dititipkan, sementara orangnya pulang. Nanti kalau perlu mereka datang lagi. Jadi mereka bisa parkir 12 bulan,” ujarnya.

Indroyono mengemukakan bahwa saat ini Banyuwangi belum masuk dalam “radar” dunia untuk dikunjungi kapal-kapal layar, kapal pesiar dan yacht, namun daerah berjuluk “The Sunrise of Java” ini memiliki potensi dan daya tarik yang bahkan melebihi Benoa. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Yanuar Bramuda mengemukakan pihaknya bersama dengan PT Pelindo III akan mengintegrasikan pengembangan Pantai Boom dengan Benoa (Bali) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Bramuda mengatakan pihaknya telah bertemu dengan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), anak usaha PT Pelindo III untuk rencana pengintegrasian dan pengembangan pantai yang terletak tak jauh dari pusat Kota Banyuwangi tersebut. Dari pembahasan dengan PT PPI, kini sedang dilakukan kajian untuk model dan pengembangan pengintegrasian ketiga tujuan wisata pantai tersebut. Sementara Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) Prasetyo mengatakan pengembangan Pantai Boom dilakukan lantaran potensinya yang cukup besar.

Source Ini Kiprah Banyuwangi Maksimalkan Pantai Boom

Leave A Reply

Your email address will not be published.