Industri Perawatan Dan Perbaikan Pesawat Menggeliat

34

18 Februari 2016 —¬†Industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) nasional mulai menggeliat, terlihat dari ekspansi beberapa perusahaan ke sejumlah wilayah.

“Beberapa perusahaan MRO kita sudah siap ekspansi seperti Garuda Indonesia melalui anak usahanya GMF AeroAsia dan Lion group,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin melalui siaran pers diterima di Jakarta, Rabu (17/2).

Saleh menambahkan, industri MRO di Bintan juga sedang dikembangkan oleh PT Bintan Aviation Investment yang akan bekerja sama dengan GMF. Menurut Saleh, pemilihan lokasi ini tepat karena dekat dengan Singapura dan kawasan itu merupakan sumbu lalu lintas udara. Saleh menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Singapore Airshow 2016 di kawasan bandara Changi, Singapura Pemerintah, juga mendorong pengembangan industri MRO dan komponen melalui insentif fiskal dan nonfiskal.

Diharapkan, rangsangan itu memacu investasi dan mempercepat realisasi pembangunan fasilitas perawatan pesawat. Saat ini, tambah Saleh, pengembangan industri MRO di Indonesia memiliki momentum yang tepat lantaran bisnis jasa transportasi udara terus meningkat. Perusahaan penerbangan baik domestik dan asing dinilai terus agresif beroperasi di Indonesia dan SDM Indonesia dinilai sudah mumpuni melayani kebutuhan perawatan pesawat. Pasar Indonesia diperhitungkan Pasar bisnis perawatan pesawat di Indonesia diperhitungkan sangat besar, kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan. Menurut Putu, salah satu gambarannya ialah perawatan sekitar 60 persen pesawat komersial yang beroperasi di Indonesia, dilakukan di luar negeri.

“Selain itu, industri perawatan pesawat merupakan industri padat modal dan padat karya dengan tenaga-tenaga kerja dengan keterampilan khusus,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah memacu industri perbaikan dan perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) dan komponen, mengingat transportasi udara termasuk infrastruktur pendukung bagi wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau.

“Langkah GMF dan perusahaan lain, termasuk produsen komponen membuat kita semakin percaya diri bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan industri transportasi udara,” ujar Putu.

Putu bersama Menteri Saleh menyambangi anjungan Garuda Indonesia termasuk Garuda Maintenance Facilities/GMF AeroAsia, PT Dirgantara Indonesia, serta anjungan Kemenperin di Pameran Kedirgantaraan Singapura Di anjungan Kemenperin, Pemerintah mengapresiasi beberapa produsen komponen pesawat yang turut memamerkan produk mereka. Produsen-produsen yang bergabung dalam Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (Inacom) itu antara lain PT Dirgantara Indonesia dan Infoglobal Avionik.

Source Industri Perawatan Dan Perbaikan Pesawat Menggeliat

Leave A Reply

Your email address will not be published.