INALUM Jajaki Pengembangan Smelter di Kaltara

29

Rabu, 09 November 2016 13:48:12

Menindaklanjuti arahan dan persetujuan dari Kementerian BUMN dan Perindustrian serta potensi ketersediaan energi yang cukup besar dari sungai kayan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), INALUM telah mengirimkan tim untuk melakukan kunjungan kepada Gubernur di Tanjung Selor dan meninjau rencana lokasi pengembangan smelter di Bulungan.

Untuk menjajaki peluang investasi tersebut, Tim INALUM yang dipimpin Chairuman Harahap (Komisaris) bersama dengan S.S.Sijabat (Direktur Operasi, Pengembangan & Bisnis), Dante Sinaga (Project Manager CFPP), Ivan Eko Yudho (Manager Konstruksi CFPP) dan Arfan Iqbal Hrp (Manager Umum & Keuangan CFPP) melakukan pertemuan langsung dengan Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie yang didampingi Drs.H.Badrun, MSi (Sekda),  Frederick Ellia Gunkang (Kepala Bappeda), beberapa pimpinan SKPD, Konsultan dan Perwakilan dari PT Kayan Hydro Energi yang berencana untuk membangun 5 bendungan di sepanjang sungai kayan dengan kapasitas terpasang 6080 MW di Gedung Dinas PU dan Tata Ruang, Tanjung Selor (04/10).

Dalam pertemuan dimaksud, Pemerintah Provinsi Kaltara mempresentasikan rencana Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional di Tanah Kuning disusul dengan penjelasan tentang rencana pengembangan smelter oleh INALUM di Kaltara. Dalam sambutannya, Chairuman Harahap mengungkapkan

“Kami kaget juga di Kalimantan Utara ada potensi listrik yang luar biasa. Oleh karena itu kami bertemu dengan Gubernur untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita sepakati. Keberadaan smelter tidak saja fokus pada produksi hulu, namun mencakup produksi hilir. Pasar dalam dan luar negeri tetap menjadi incaran.”

S.S.Sijabat menambahkan, kedatangan PT INALUM (Persero) kali ini untuk bertemu langsung dengan bapak gubenur sekaligus meninjau rencana lokasi kawasan industri di Kaltara, tepatnya di daerah Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan pada esok hari (05/10).

“Jika benar bisa dibangun di Kaltara, ia memperkirakan kemungkinan pada 2024 smelter tersebut sudah bisa beroperasi. Namun, jika rencana Pemprov Kaltara membangun PLTA bisa selesai lebih cepat, kemungkinan pembangunan smelter juga bisa lebih cepat selesai”, jelas Sijabat.

Sijabat menjelaskan saat ini aluminium menjadi salah satu komoditi penting di dunia. Bahkan, saat ini juga menduduki peringkat ketiga kebutuhan industri setelah besi dan baja.

“Pasar untuk industri aluminium juga masih sangat terbuka dan potensial. Untuk kebutuhan dalam negeri saja, saat ini butuh sekitar 700 ribu ton per tahun. Pertumbuhan industri aluminium juga terus mengalami peningkatan sekitar 5 sampai 7 persen per tahun,”

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan

“Datangnya perwakilan PT INALUM (Persero) ke Kaltara untuk melakukan penjajakan sekaligus meninjau lokasi Tanah Kuning yang saat ini sedang dalam tahap proses penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltara. Jika itu bisa diselesaikan dalam waktu dekat, Gubernur akan mengeluarkan surat keputusan untuk menetapkan kawasan industri.”

Source INALUM Jajaki Pengembangan Smelter di Kaltara

Leave A Reply

Your email address will not be published.