Impor China Diprediksi Melambat, Harga Karet Anjlok

57

Jakarta, 7 Desember 2017

Karet anjlok lebih dari dua persen pada perdagangan pagi ini, Jumat (8/12/2017), seiring dengan prediksi berkurangnya permintaan dari China pada tahun 2018. Harga karet untuk pengiriman Mei 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), anjlok 2,42% atau 5 poin ke level 202 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.14 WIB. Sebelumnya harga karet kontrak Mei dibuka merosot 1,64% atau 3,40 poin di level 203,60, setelah pada perdagangan Kamis (7/12/2017) berakhir menguat 0,88% atau 1,80 poin di level 207 yen per kg.

Menurut Gu Jiong, seorang analis di Yutaka Shoji, kekhawatiran tentang lesunya permintaan di China mendorong sejumlah investor untuk melepaskan posisi.mLaju pertumbuhan impor China diperkirakan akan melambat pada tahun 2018 pasca tahun yang mengalami kenaikan. Menurut survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom, impor oleh China hanya akan naik 5% pada 2018 setelah naik 14,9% tahun ini.mInvestasi infrastruktur yang lebih lambat, kebijakan moneter yang lebih ketat, inflasi komoditas yang lebih lemah, serta efek basis yang tinggi kemungkinan menjadi penekan terhadap pertumbuhan impor.

“Ekspektasi pertumbuhan yang moderat dalam impor China pada tahun 2018 cenderung tercermin pada pertumbuhan ekspor yang lebih lambat dari negara Asia lainnya,” kata Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia Pasifik di IHS Markit.

“Komoditas, produk-produk minyak sulingan, dan barang-barang elektronik akan sangat terpengaruh,” lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan karet, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 terpantau kembali bergerak di zona merah dengan penurunan 0,05% atau 0,03 poin ke US$56,66 per barel pada pukul 10.10 WIB. Padahal, harga minyak acuan AS tersebut mampu mencatatkan rebound dengan menguat 1,3% atau 0,73 poin di level US$56,69 per barel pada akhir perdagangan Kamis (7/12). Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau lanjut melemah 0,22% atau 0,25 poin ke posisi 113,34 per dolar AS pada pukul 10.19 WIB, setelah pada Kamis (7/12) berakhir melemah 0,71% di posisi 113,09.

Source Impor China Diprediksi Melambat, Harga Karet Anjlok

Leave A Reply

Your email address will not be published.