HUMAN CAPITAL BASED QHSE, a Smart Business and Investment Strategy

17

23 April 2019 | Pada sebagian besar perusahaan, perhatian terhadap sumber daya manusia atau human capital sebagai salah faktor produksi utama perusahaan masih sering dinomorduakan dibandingkan dengan faktor-faktor produksi yang lain seperti modal, teknologi, dan uang. Banyak para pemimpin perusahaan kurang menyadari bahwa sebenarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan berasal dari human capital. Hal ini disebabkan karena aktivitas perusahaan hanya dilihat dari perspektif bisnis semata tidak melihat perusahaan sebagai sebuah unit pengetahuan dan keterampilan, atau seperangkat aset usahanya yang dapat dijadikan investasi untuk masa yang akan datang. Human Capital, harus mendukung visi dan misi perusahaan serta selaras dengan strategi usaha yang telah disusun sebelumnya. Selain itu, strategi Human Capital yang baik, juga  harus mempertimbangkan strategi dari fungsi-fungsi lain di dalam perusahaan. Keselarasan itu membuat kontribusi strategis Human Capital dirasakan dalam eksekusi semua strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan demikian perusahaan pun dapat meningkatkan kemampuan bersaingnya yang berberkesinambungan melalui kekayaan sumber daya manusianya.

Human capital adalah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seseorang yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional. Human capital mencerminkan modal intelektual yang bersifat kolektif sebuah perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh individu (sumber daya manusia), meskipun human capital tidak berwujud nyata, namun merupakan salah satu aset atau komponen utama dari intellectual capital (intangible asset) yang harus dimiliki oleh perusahaan.

Di dalam menghadapi revolusi industri 4.0 tidak cukup hanya meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tapi juga harus diikuti dengan peningkatan pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (safety). Perkembangan lain yang perlu dicermati semua pihak adalah adanya persyaratan oleh para Pengguna Jasa, terutama negara maju terhadap persyaratan produk barang atau jasa (quality), antara lain harus memiliki mutu yang baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan (environment), dan memenuhi standar internasional tertentu di antaranya Sistem Manajemen Mutu dan K3L serta standar-standar lainnya. Kondisi tersebut dijadikan tantangan sekaligus peluang untuk meraih keberhasilan dalam perdagangan bebas dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Departemen QHSE menanamkan budaya agar Sistem Mutu & K3L ini tidak dianggap sebagai beban, tetapi sebagai aset dan investasi perusahaan saat ini dan dimasa yang akan datang. Daya saing perusahaan menjadi sangat penting. Oleh karena itu QHSE harus menjadi bagian integral dari upaya peningkatan daya saing perusahaan. Untuk membangun budaya QHSE sebagai aset dan investasi perusahaan yang kuat, diperlukan adanya peran human capitalyang bagus, efisien dan professional dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis baik secara internal maupun eksternal.

Source HUMAN CAPITAL BASED QHSE, a Smart Business and Investment Strategy

Leave A Reply

Your email address will not be published.