Hasil Panen Memuaskan, Petani Setia Gunakan Produk Pupuk Kaltim

17

02 Mei 2019 | Menuai hasil panen yang memuaskan, petani di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, memilih untuk setia menggunakan produk Pupuk Kaltim. Tak tanggung-tanggung, penggunaan pupuk Urea produk Pupuk Kaltim telah dilakukan para petani di desa tersebut secara turun temurun.

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Temple Besi Kalung mengaku lebih memilih untuk setia menggunakan Urea produk Pupuk Kaltim. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya penggunaan pupuk urea bersubsidi milik Pupuk Kaltim memberikan banyak keuntungan bagi para petani, salah satunya memberikan hasil panen yang memuaskan dan menghasilkan padi berkualitas unggul.

Ketua Kelompok Tani I Wayan Mustra mengatakan, penggunaan pupuk Urea produk

Pupuk Kaltim telah dilakukan para petani sejak puluhan tahun lamanya. Bahkan hal tersebut telah diwariskan secara turun temurun dari setiap generasi yang ada. Menurutnya, pupuk subsidi jenis Urea Pupuk Kaltim memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pupuk Urea hasil produksi perusahaan pupuk lainnya. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari warna tanaman padi yang lebih hijau dan segar, hingga masa tumbuh tanaman padi yang lebih cepat. “Kapasitas panen yang dihasilkan juga mengalami peningkatan, serta bulir padinya lebih berisi dan panjang,” kata Wayan.

Dengan menggunakan Urea produk Pupuk Kaltim, Wayan beserta rekan-rekan sesama petani mampu memperoleh keuntungan yang signifikan. Untuk sekali panen dalam satu hektar saja, para petani mampu memanen hingga setengah ton padi. Kapasitas tersebut jauh jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk dari produsen lain, yang umumnya dalam sekali panen hanya mampu menghasilkan 200 kg padi. “Untuk sekali panen, saya mampu meraup keuntungan hingga Rp7 Juta per hektar, dengan masa panen sebanyak dua kali dalam setahun,” kata Wayan.

Hal senada juga disampaikan petani di Desa Jatiluwih lainnya. I Ketut Sadriyase misalnya, mengaku setelah menggunakan produk Pupuk Kaltim dirinya mampu memanen hingga 8 kwintal atau 800 kg padi dalam sekali panen. Padahal luas lahan yang dimiliki dirinya hanya seluas 38 meter persegi. Tak hanya itu, lantaran kualitas padi yang dihasilkan memiliki mutu yang baik, harga yang dipasarkan terbilang tinggi. Ketut mengaku selama ini untuk satu kwintal saja dirinya mampu memperoleh keuntungan hingga Rp2 Juta.

Pria yang mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi dari hasil bertani ini mengaku, berbagai keuntungan dan manfaat yang diperoleh setelah menggunakan produk Pupuk Kaltim membuat dirinya berkomitmen untuk selalu setia pada produk Pupuk Kaltim, lantaran kualitas dan mutu pupuk yang dihasilkan Pupuk Kaltim telah dibuktikan sendiri olehnya. Bahkan Ketut mengakui, lantaran jenis pupuk yang diproduksi oleh Pupuk Kaltim, dirinya dengan petani lainnya di desa tersebut mampu memperoleh peningkatan taraf hidup yang lebih sejahtera. “Kami berharap agar ke depan Pupuk Kaltim dapat terus menjaga mutu dan kualitas pupuk yang dihasilkan, hingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas sehingga tanaman padi yang dihasilkan dapat lebih meningkat,” kata Ketut.

Tak hanya berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, guna mencapai swasembada dan kemampuan pangan, kehadiran Pupuk Kaltim sebagai produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia ini, nyatanya juga turut mempengaruhi peningkatan taraf kesejahteraan para petani di Indonesia melalui peningkatan mutu dan kualitas pupuk yang dihasilkan

Source Hasil Panen Memuaskan, Petani Setia Gunakan Produk Pupuk Kaltim

Leave A Reply

Your email address will not be published.