Harmonisasi BUMN & Investor Swasta

38

SIARAN PERS

Nomor: PR-25/S.MBU.3/9/2017

Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 12

Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775

Menteri BUMN Dorong Harmoni BUMN dan Investor Swasta Dalam Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Jakarta, 28 September 2017 – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan signifikan dalam perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Demikian dikatakan Menteri BUMN Rini M. Soemarno yang hadir sebagai keynote speaker dalam seminar bertajuk “Investasi di Infrastruktur: Peranan BUMN dan Investasi Asing” di Hotel Shangri-La, Jakarta (28/9).

BUMN mendapatkan pendanaan langsung dari pasar, baik melalui pinjaman, penerbitan obligasi maupun sekuritisasi aset BUMN. Sektor perbankan, terutama bank pemerintah -dan beberapa bank swasta – juga memberikan dukungan dengan memperluas pinjaman individual atau sindikasi untuk pembangunan proyek infrastruktur “Saat ini kami tengah gencar memperkuat kapasitas BUMN melalui pembentukan holding bagi BUMN-BUMN yang bergerak di sektor operasi yang sama,” tutur Rini lagi.

Rini mengungkapkan, berdasarkan Undang-undang BUMN Nomor 19 Tahun 2003, BUMN juga diwajibkan untuk memasuki proyek infrastruktur dimana sektor swasta atau koperasi tidak tertarik. “Inilah alasan kami membangun jalan tol trans-Sumatra dan mengambil alih pembangunan jalan tol Trans Jawa. Contoh lainnya adalah penerapan kebijakan BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. Untuk melakukan ini, Pertamina harus banyak berinvestasi untuk mendirikan agen distribusi bahan bakar baru di tempat-tempat seperti Papua dan Papua Barat,” ucapnya.

Lebih jauh Rini menyatakan, sinergi kuat BUMN dalam melakukan proyek komersial dan proyek nonkomersial tersebut membuat BUMN menjadi pemain besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Sebagai Menteri BUMN, saya bangga dengan prestasi ini. Artinya, BUMN kita telah berhasil menjalankan fungsinya dan melakukan pekerjaan dengan baik dalam membantu pemerintah mencapai target pembangunan infrastruktur,” tutur Rini.

Namun dengan besarnya peran BUMN tersebut, tegas Rini, bukan berarti tidak ada ruang bagi sektor swasta. “Kami memberi ruang besar kepada sektor swasta melalui berbagai kesempatan, karena pemerintah dan BUMN tidak dapat membangun dan membiayai setiap proyek infrastruktur sendiri. Kami memiliki keterbatasan, termasuk dalam pendanaan,” terangnya.

Menutup paparannya, Rini menegaskan terdapat banyak ruang bagi investor swasta, termasuk investor asing, untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Saya berharap investor swasta akan memanfaatkan kesempatan ini. Saya percaya mereka mendapatkan keuntungan yang baik dari investasi mereka. Melalui seminar ini, kita bisa belajar dari mereka. Saya berharap pengalaman mereka akan menarik lebih banyak investor dan berharmoni dengan BUMN untuk terlibat dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia,” pungkas Rini.

Bertujuan untuk menyoroti peran BUMN dalam pembangunan infrastruktur dan mendorong harmoni BUMN dan investor swasta dalam pembangunan infrastruktur Indonesia, seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari pembuat kebijakan, manajer BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya, khususnya investor asing yang tertarik dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Selain Menteri BUMN Rini M. Soemarno yang hadir sebagai keynote speaker, seminar ini juga menghadirkan sejumlah pembicara berkelas dari kalangan BUMN, antara lain Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidarta, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman, dan Direktur PLN Supangkat Iwan Santoso.

Turut hadir memberikan paparan dalam seminar tersebut yaitu Head of the Infrastructure Working Group of the European Chamber of Commerce in Indonesia Scott Younger, Director of PT PricewaterhouseCooper Advisory Indonesia Julian Smith, Executive Vice President of Siemens Power and Gas Southeast Asia Simon Kemnitzer dan CEO of PT GE Indonesia Handry Satriago. Selain itu hadir pula Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Endy Bayuni dan Direktur The Jakarta Post Riyadi Suparno sebagai moderator.

Informasi lebih lanjut:

Ferry Andrianto

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol

Telp. 081213569399, Email: [email protected]

Source Harmonisasi BUMN & Investor Swasta

Leave A Reply

Your email address will not be published.