Harapan Mulia Soewardi Veteran Pejuang Proklamasi RI 1945

112

10 Nopember 2017 10:23:51 WIB

Surabaya – Lahir di Sidoarjo, 27 Oktober 1927, Soewardi, salah satu veteran yang berjuang pada tahun 1945 untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan tubuh kurusnya, beliau masih terlihat gagah dan semangatnya pun juga masih terus berkobar disaat menceritakan setiap detail peristiwa perang yang terjadi di tahun 1945. Di usianya yang menginjak 91 tahun pada bulan Oktober lalu, tidak banyak harapan pribadi yang diinginkan Soewardi selain menginginkan rumah tangga Indonesia ini menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahma, selalu sehat walafiat lahir dan batin, tidak kekurangan sesuatu apapun sesuai dengan amanat UUD Pancasila pasal 33 ayat 1 yang didalamnya berisi tentang adil dan makmur, Negara Indonesia gemah ripah loh jinawi tirto raharjo. Begitu mulia harapan Soewardi.

Ketika tim PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) mengunjungi Soewardi di kantor  Korps Cacad Veteran RI propinsi Jawa Timur, Jalan Rajawali No. 47, Surabaya, dibawah naungan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Soewardi bercerita pada tanggal 23 September 1945, presiden Soekarno menginstruksikan untuk membentuk badan-badan perjuangan. Maka terbentuklah pertama kali badan perjuangan di Indonesia dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 5 Oktober 1945. Kemudian berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan berganti lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dimana baru pertama kali badan nama badan perjuangan menggunakan Republik Indonesia. Pada tanggal 4 Agustus 1947 badan perjuangan berganti untuk yang terakhir kali hingga detik ini dengan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dengan tunjangan yang diperoleh dari pemerintah sebesar Rp 2.400.000,- per/bulan, Soewardi harus berjuang hidup dengan istri yang sampai saat ini dengan setia mendampinginya di sisa masa hidupnya. Dengan kondisi yang terbilang pas-pasan, kakek 20 cucu dan 29 buyut ini juga merasa bersyukur atas kesehatan dan umur yang barokah yang diberikan Tuhan YME. Rasa lelah dan letih yang dirasakan Soewardi dan para veteran lainnya terbayar sudah dengan diraihnya kemerdekaan tanah air tercinta Indonesia Raya.

Ketika disinggung mengenai kemerdekaan saat ini, menurutnya dengan adanya kemerdekaan ini setidaknya bisa memberikan kepuasan tersendiri meski saat bertempur harus mempertaruhkan nyawa. Namun ia sangat sedih ketika melihat generasi muda saat ini yang tidak mensyukuri kemerdekaan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Banyak generasi muda lebih mementingkan diri sendiri dari pada bangsanya dan tidak mau memperhatikan kepentingan orang lain. Kaum muda juga harus tetap menjaga kemerdekaan ini, karena kemerdekaan bukan diperoleh dari pemberian tapi dengan perjuangan.

”Pemerintah seharusnya selalu memperhatikan para pejuang dan veteran yang selama ini telah berjuang membela tanah air Indonesia. Tidak perlu penghargaan saja, tetapi kehidupan layak bagi para veteran. Karena masih banyak para veteran yang kehidupannya masih dibawah garis kemiskinan dengan kata lain tidak layak. Harapan dan cita-cita Soewardi untuk Republik Indonesia tercinta ini salah satunya adalah  jangan terpengaruh oleh isu-isu luar negeri yang akan mengadu domba bangsa Indonesia dan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Dan untuk mengenang hari pahlawan pada tanggal 10 November 2017 ini Soewardi berpesan untuk selalu mengingat pada sejarah perjuangan dimana hari pahlawan ini menjadi tolak ukur perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan RI, ” ujar kakek berumur 91 tahun ini.

Source Harapan Mulia Soewardi Veteran Pejuang Proklamasi RI 1945

Leave A Reply

Your email address will not be published.