Hadapi Kemarau Ekstrem, Pemerintah Yakinkan Stok Beras Bulog Aman Penuhi Kebutuhan

20

11 Juli 2019 | Pemerintah Jokowi-JK tengah mengantisipasi terjadinya kemarau panjang yang diperkirakan sampai September, dan puncaknya pada Agustus. Adapun wilayah yang terancam terdampak kekeringan menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) akan mengantisipasi terjadinya kemarau panjang tersebut. Sebab, apabila dibiarkan akan berdampak pada inflasi.

“(Kita) Antisipasi kemarau panjang. Kalau kemarau panjang kan larinya ke produksi pangan. Padahal komponen inflasi kita kan yang paling besar pangan bergejolak. Jadi kita harus bener-bener antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan,” katanya usai ditemui di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/7).

Menteri Bambang mengatakan, untuk kebutuhan pangan sendiri seperti beras sejauh ini masih terbilang aman. Sebab, stok yang berada di gudang Bulog sendiri masih cukup banyak. “Beras sejauh ini kalau di cadangan bulog masih relatif aman. Justru harusnya komoditas lain,” imbuhnya.

Kendati begitu, dirinya tidak merincikan komoditas-komoditas apa saja yang akan berdampak akibat terjadinya kemarau panjang tersebut. “Iya komoditas lainnya aja. Ya lain di luar beras,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kekeringan akibat kemarau melanda wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi sejak dua bulan terakhir. Hal ini menyebabkan sekitar 40 persen lahan persawahan di Desa Sirnajati yang ditanami padi terancam gagal panen.

Source Hadapi Kemarau Ekstrem, Pemerintah Yakinkan Stok Beras Bulog Aman Penuhi Kebutuhan

Leave A Reply

Your email address will not be published.