Guinea Minati Pesawat PTDI

23

05 Agustus 2016 — Kunjungan Presiden Republik Guinea, Alpha Conde ke industri Pesawat Terbang milik Indonesia yaitu PT Dirgantara Indonesia membuahkan hasil. Kunjungan untuk pertama kalinya ini khusus untuk melihat proses produksi pesawat terbang dan helikopter yang telah diproduksi dan dioperasikan di seluruh negara ASEAN, Guam, Venezuela, Turki, dan Uni Emirat Arab.

“Saat ini 2 unit pesawat militer CN235 buatan kami telah beroperasi di Burkina Faso, serta 1 unit pesawat Cargo CN235 yang akan segera dikirimkan dan dioperasikan di Senegal, ” kata Direktur Produksi PT Dirgantara Indinesia, Arie Wibowo Kamis (4/8)

Dalam kunjungannya Presiden Guinea dan rombongan melihat proses produksi pesawat di hanggar produksi, dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam pesawat CN235-220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang ada di depan hanggar Delivery Center PTDI.

Presiden Alpha Conde menuturkan kekagumannya pada Indonesia sebagai negara yang dulunya merupakan negara jajahan Belanda, kini dapat memproduksi pesawat terbang seperti halnya negara-negara Barat. Dirinya berharap dapat mengikuti jejak Burkina Faso dan Senegal untuk membeli pesawat CN235.

“Kami harap setelah Burkina Faso dan Senegal, Guinea akan menjadi salah satu klien perusahaan ini,” jelas Alpha Conde.

Selama kunjungannya, Presiden Guinea tampak antusias dengan menanyakan secara detail spesifikasi teknis, harga dan delivery time untuk CN235-220. Ia menyatakan kagum dengan negara tetangga mereka yakni Senegal yang sudah membeli dan akan mendapatkan CN235 di tahun ini. Dari segi speaifikasi pesawat, CN235-220 memiliki keunggulan yaitu dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal. Kemudian mampu mengangkut 49 penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan merupakan pesawat multiguna untuk berbagai macam misi, seperti pesawat angkut penerjun, evakuasi medis, pesawat kargo, pesawat sipil maupun pesawat VIP dan VVIP.

Selain itu pesawat ini juga miliki ramp door yang mampu membawa mobil di dalamnya. Ada pula sistem avionik terbaru modern dan Full Glass Cockpit. Multihop Capability Fuel Tank, teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya. Teknologi lainnya yang ada di dalam pesawat dalam negeri ini juga tersedia, Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, High Wing Configuration. Meski begitu jenis pesawat ini memiliki harga yang kompetitif dengan biaya perawatan yang murah.

Selain itu, Presiden Guinea pun tertarik untuk pengadaan Helikopter Super Puma, namun saat ini penjualan PTDI hanya untuk pasar Indonesia. Seperti diketahui kunjungan Presiden Guinea disambut oleh Dewan Komisaris PTDI dan Direktur Produksi, Arie Wibowo.

Source Guinea Minati Pesawat PTDI

Leave A Reply

Your email address will not be published.