Evaluasi Good Corporate Governance, BPKP Lakukan Asesmen Performa AirNav Indonesia

46

23 Maret 2017 | Tangerang – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) melakukan evaluasi terhadap performa good corporate governance pada tahun 2016. Badan Pengawasan Keuangan dan Pengembangan (BPKP) melakukan penilaian terhadap performa AirNav Indonesia sesuai dengan fungsi BPKP sebagai pengawas pengelolaan dan penggunaan aset negara, serta mandat yang diberikan oleh Kementerian BUMN melalui Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor : Per – 01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara. AirNav Indonesia mendapatkan predikat “cukup baik” dengan nilai 73,264 pada hasil penilaian GCG tahun 2016.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, memberikan apresiasi terhadap kinerja tim Biro Pengelolaan Kinerja Perusahaan, Manajemen Resiko & GCG AIrNav Indonesia dan tim audit BPKP yang telah bekerja sangat kooperatif. “AirNav Indonesia baru berusia empat tahun, maka dari itu kami masih harus banyak belajar dalam dan mengembangkan tata kelola perusahaan agar sesuai dengan aturan perundang-undangan dan nilai-nilai GCG yang berlaku,” ungkap Wisnu pada sambutannya. “Terima kasih kepada tim Biro Pengelolaan Kinerja Perusahaan, Manajemen Resiko & GCG dan tim audit BPKP yang telah menyelesaikan asesmen sesuai dengan waktu yang telah kita sepakati bersama,” tutupnya.

Senada dengan Wisnu, Ari Suryadharman, Kepala Biro Pengelolaan Kinerja Perusahaan, Manajemen Resiko & GCG AirNav Indonesia menekankan pentingnya untuk meningkatkan performa tata kelola perusahaan yang baik dalam operasional AirNav Indonesia. “Hasil evaluasi ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam rumusan kebijakan untuk meningkatkan performa GCG perusahaan,” ucap Ari. “Kami akan terus memberikan upaya terbaik agar pengelolaan 275 cabang oleh AirNav Indonesia mampu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tambahnya

Sementara itu, Medyah Indreswari, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara memaparkan bahwa penerapan GCG akan sangat relevan dengan peningkatan proses bisnis perusahaan. “Apabila GCG berjalan dengan lancar maka proses pekerjan di dalam perusahaan akan menjadi efisien karen dapat mengurangi duplikasi,” paparnya. Medyah mengingatkan bahwa tata kelola managementrisk dan compliance jangan sampai berjalan terpisah karena ketiganya merupakan aspek yang saling berkaitan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur Pengawasan Badan Usaha Jasa Perhubungan, Pariwisata, Kawasan Industri & Jasa Lainnya, Penny Ratnasari. “Jangan terpaku pada nilai, tapi lebih semangat untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada,” tuturnya. “Dengan semangat perubahan ke depan, semoga AirNav dapat terus meningkatkan nilainya, dengan usia perusahaan yang baru ini, skor saat ini sudah sangat baik,” tambahnya.

Acara yang berlangsung di Auditorium Soekarno-Hatta Kantor Pusat AirNav Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas, Komite Audit, Jajaran Direksi, para Kepala Biro dan para Kepala Divisi AirNav Indonesia. Tahapan asesmen performa GCG AirNav Indonesia tahun 2016 oleh BPKP terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan.

Source Evaluasi Good Corporate Governance, BPKP Lakukan Asesmen Performa AirNav Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.