Eksistensi Smart Terminal Pelabuhan Sri Bintan Pura di Zaman Now

38

8 Mei 2018 — ​Kota Tanjungpinang adalah ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kota ini terletak di Pulau Bintan dengan koordinat 0º5′ LU dan 104º27′ BT. Kota Tanjungpinang dahulunya adalah merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga. Sebelum dimekarkan menjadi kota otonom, Tanjungpinang adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan).

Kota ini juga awalnya adalah ibukota Provinsi Riau (meliputi Riau daratan dan kepulauan) sebelum kemudian dipindahkan ke Kota Pekanbaru. Kota ini memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat , Pantai Trikora, Kawasan wisata Lagoi dengan wisata pantainya yang terkenal sampai ke Mancanegara, dan juga Pantai Buatan yaitu Tepi Laut yang terletak di garis pantai pusat kota yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun manca Negara.

Pelabuhan Sri Bintan Pura merupakan salah satu objek vital di Kota Tanjungpinang yang menjadi pintu gerbang utama bagi masuknya wisatawan lokal dan mancanegara untuk menuju ke kota Tanjung Pinang dan Bintan. Pelabuhan ini menghubungkan kota Tanjung Pinang dengan pelabuhan-pelabuhan di sebelah utara (pelabuhan Lobam dan pelabuhan Bulang Linggi), dengan kepulauan di sebelah barat, seperti pelabuhan Tanjung Balai (pulau Karimun), pelabuhan Telaga Punggur di pulau Batam, Kepulauan di sebelah selatan seperti pulau Lingga dan Singkep, Natuna dan seluruh Pelabuhan di Kepulauan Riau pada umumnya.

Untuk pelayaran ke luar negeri, pelabuhan Sri Bintan Pura juga mempunyai jalur perhubungan ke Singapura (HarbourFront dan Tanah Merah) serta Malaysia (Stulang Laut). Beberapa jenis kapal yang mempunyai jalur pelayaran dari dan ke pelabuhan Sri Bintan Pura antara lain adalah jenis kapal ferry cepat (speedboat) , kapal perintis, dan lain-lain.

Kunjungan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, untuk terminal penumpang domestik rata-rata sebanyak 2.000 orang per hari berangkat dan pergi. Adapun tujuan para penumpang tersebut, yakni Batam sebanyak 66 kali pelayaran kapal atau sedikitnya 40 kali pelayaran dalam sehari. Di samping itu, tujuan penumpang mengunjungi 12 pulau yang ada di Kepri, antara lain: Natuna, Anambas, Pulau Telaga Tujuh, Lingga, Dabo Singkep, Karimun dan Dumai.

Sedangkan untuk terminal internasional, pelabuhan Sri Bintan Pura melayani tujuan Singapura dan Malaysia. Bahkan untuk Singapura sedikitnya ada 5 call (kunjungan) per hari serta Malaysia hanya 2 kali.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Tanjungpinang sebagai pengelola Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang terus berupaya melakukan perubahan seiring dengan kemajuan Teknologi dan Imformasi (IT) saat ini untuk memberikan berbagai kemudahan-kemudahan bagi para pengguna jasa dari tahun ke tahun. Dalam hal mendukung kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digalakkan oleh Bank Indonesia (BI), General Manajer PT.

Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan SE., MSP., telah menggagas program dengan sistem Transaksi Non Tunai (E-Berthing) di Kawasan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Sistem Transaksi Non Tunai (E-Berthing) guna mempermudah pelayanan tambatan kapal dari awalnya system pembayaran tambatan kapal menggunakan cara manual kini menggunakan system Online (E-Berthing).

Dalam waktu dekat PT. Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungpinang akan menerapkan gerakan transaksi non tunai diseluruh sekmen usaha yang dikelola oleh management. Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan penumpang percontohan yang menerapkan system cash less alias non tunai. General Manager PT. Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan, mengatakan untuk tahap pertama, pada hari Rabu, 14 Februari 2018 yang lalu telah di Lounching sistem e-berthing yang diresmikan secara langsung oleh Direktur Bisnis, Syahputra Sembiring bersama Direktur Keuangan, Farid Lufti beserta jajaran Komisaris PT.

Pelabuhan Indonesia I (Persero) dan juga dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang, Ahmad Dhani Pasaribu. System E- Berthing yakni merupakan sebuah program penambatan kapal secara otomatis, yang merupakan satu-satunya dan pertama kali diterapkan di Indonesia. “Di mana dalam menyandarkan kapal tidak lagi melakukan penghitungan manual, tetapi dengan membuka gate lewat barcode yang telah dilakukan pembayarannya terlebih dahulu.

Selain itu, kedepan seluruh transaksi di terminal SBP hanya bisa menggunakan e-money (uang elektronik). Untuk mendukung terciptanya smart terminal ini, PT. Pelindo 1 (Persero) tengah menyiapkan beberapa program, meliputi Tap and Go (untuk pelayanan paspor penumpang), e-ticket bagi penumpang kapal, e-parking untuk parkir mobil dan e-food dalam berbelanja makanan di terminal. I Wayan Wirawan SE, MSP., meyakini program ini akan sukses berjalan, karena masyarakat di Kota Tanjung Pinang sudah terbiasa melakukan transaksi non tunai.

Sehingga penerapannnya tidak sulit dan lebih cepat diakomodir oleh masyarakat, dan untuk menunjang program tersebut, kelengkapan di terminal Pelabuhan Sri Bintan Pura ini juga sudah berstandar internasional, antara lain penataan jalur barang dan penumpang yang terpisah, serta beragam fasilitas dalam terminal seperti ruang ibu menyusui dan pelayanan orang cacat. Dengan hadirnya smart terminal Pelabuhan Sri Bintan Pura diharapkan mampu menghilangkan berbagai bentuk pungli dan memudahkan akuntabilitas dan juga dapat memberikan segala kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa seiring dengan perkembangan jaman saat ini.​

Source Eksistensi Smart Terminal Pelabuhan Sri Bintan Pura di Zaman Now

Leave A Reply

Your email address will not be published.