Edukasi Mahasiswa untuk Optimalkan Potensi Maritim Bangsa

23

30 April 2016

Solo – Gencarnya pemberitaan tentang upaya pemerintah dalam mendorong sektor maritim ternyata membuat generasi muda giat mencari tahu tentang tema kemaritiman. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa yang mengikuti Diskusi Kemaritiman yang digelar PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) di Universitas Sebelas Maret, Solo, Sabtu (30/4). Diskusi yang bertema ‘Peran Pemuda dalam Menyongsong Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia 2045’ tersebut menghadirkan tiga pembicara, pakar kemaritiman Son Diamar, pengamat ekonomi Bhimo Samudro, dan Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan.

Son Diamar mengungkapkan, mimpi menjadikan Indonesia poros maritim dunia artinya menciptakan berbagai sentra ekonomi maritim bertaraf global pada sejumlah daerah di Nusantara. Ia berteori dari sisi makro strategi pengembangan potensi maritim Indonesia.

“Ada lima pilar pembangunan maritim, yakni bidang ekonomi, sosial budaya, wilayah, pertahanan dan keamanan, serta hukum,” paparnya.

Pada bidang ekonomi sektor yang potensial, antara lain perikanan, pariwisata, energi dan SDM, dan perkapalan. Terkait banyaknya potensi maritim Indonesia, hal yang sama diungkapkan oleh Bhimo Samudro. Gaung kemaritiman yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan momen yang tepat untuk membangkitkan perekonomian Indonesia melalui potensi ekonomi maritim.

“Tumpuan pada sektor ekonomi finansial yang terjadi saat ini justru spekulatif. Seharusnya (bertumpu pada) sektor riil, seperti berbagai potensi ekonomi yang ada di bidang maritim,” ujarnya berargumentasi.

Ia juga menegaskan tentang pentingnya peran kelembagaan pada pengembangan potensi ekonomi maritim yang merupakan sektor riil.

“Misalnya yang dilakukan Pelindo III (sebagai suatu lembaga/institusi) dengan mengeruk alur pelayaran barat Surabaya sehingga kapal-kapal yang lebih besar bisa datang ke Pelabuhan Tanjung Perak. Sehingga mereduksi biaya transaksi ekonomi,” jelasnya.

Contoh peran lain yang dilakukan Pelindo III yaitu membangun pelabuhan sentra perikanan di Tegal dan pembangunan infrastruktur wisata maritim di Banyuwangi. Yon Irawan menambahkan, selain peningkatan integrasi logistik, Pelindo III juga berkomitmen pada pengembangan di bidang sosial budaya. Misalnya pengembangan kampung lawas Maspati menjadi destinasi wisata di Surabaya. Terkait kesetaraan gender, Pelindo III juga memberi kesempatan berkarya yang sama untuk karyawan pria dan wanita.

“Di Terminal Teluk Lamong, operator alat angkat peti kemas semi otomatis sebagian besar merupakan perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heliyanto yang turut hadir, menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Pelindo III Goes to Campus.

“Sebelumnya telah diselenggarakan seminar kemaritiman juga di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan akan bergantian di universitas lainnya. Pelindo III terus mengeksplorasi peran generasi muda yang penting sebagai penyokong maritim Indonesia di masa depan, karena menentukan performa daya saing bangsa,” ujarnya.

Di sela Seminar Kemaritiman juga hadir sukarelawan dari Griya Schizofrenia yang turut mengkampanyekan keterlibatan masyarakat untuk membantu perawatan dan penyembuhan pengidap penyakit yang menyerang kesehatan mental tersebut. Setiap mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut juga mendapatkan souvenir pin karya para penderita sebagai bentuk kepedulian. Pelindo III dan elemen mahasiswa UNS pada Minggu (1/5) esok akan mengadakan aksi sosial dengan mengunjungi Griya Schizofrenia di Mojosongo, Solo, sekaligus menyerahkan dana bantuan.

Source Edukasi Mahasiswa untuk Optimalkan Potensi Maritim Bangsa

Leave A Reply

Your email address will not be published.