Dukung Tol Laut, 4 Pelabuhan Raksasa Beroperasi 2018

46

12 Maret 2015

Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Soesilo menargetkan akan ada 4 dari 5 pelabuhan laut dalam (deep sea port)pendukung program Tol Laut akan beroperasi mulai 2018. Pelabuhan tersebut nantinya mendukung lalu lintas kapal ukuran besar pengangkut barang yang bergerak secara terjadwal dari ujung barat hingga timur Indonesia layaknya jalur ‘tol’. “Pada tahun 2018, ada 4 yang sudah jalan,” kata Indroyono saat acara Lokakarya Nasional di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (11/3).

Acara ini diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, hadir beberapa perwakilan pengusaha dari Kadin antara lain Vince Gowan, Natsir Mansyur dan pengusaha lainnya. Juga hadir perwakilan dari beberapa BUMN seperti PT Antam dan para pejabat pemerintah lainnya dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian ESDM. Pelabuhan pendukung utama program ‘Tol Laut’ antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan New Tajung Priok, Pelabuhan Teluk Lamong, Pelabuhan New Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

Dari 5 pelabuhan tersebut, Pelabuhan Teluk Lamong bisa menjadi tolak ukur konsep pelabuhan super modern di Indonesia. Indroyono menilai pelabuhan yang paling siap adalah Pelabuhan Teluk Lamong di sekitar Surabaya, Jawa Timur. Pelabuhan peti kemas super modern ini dibangun dan dikelola oleh PT Pelindo III (Persero) “Pelabuhan paling modern di Indonesia adalah Pelabuhan Teluk Lamong, kayak gitu seharusnya pelabuhan. Itu ada kawasan berikat. Kapalnya datang masuk otomatif, truk di bawah satu otoritas,” jelasnya.

Dari 5 pelabuhan tol laut, pembangunan Pelabuhan Sorong akan mundur dari target pengembangan. Alasannya Pelabuhan Sorong yang terletak di Papua Barat belum didukung kawasan industri. Akibatnya kapal barang tidak banyak membawa barang ketika meninggalkan Pelabuhan Sorong sebab minim aktivitas industri. “Yang 4 sudah jalan. Tinggal Sorong. Kalau Sorong dibikin pelabuhan saja sayang kalau pulang kapal cuma kosong. Makanya pendekatannya beda untuk Sorong. Harus kawasan industrinya dibangun juga. Jadi bawa kargo untuk masuk dan keluar,” paparnya.

Indroyono menerangkan pembangunan pelabuhan memang membutuhkan waktu, ia menampik bahwa pembangunan berlangsung lambat. “Kita butuh waktu. Untuk perizinan kan juga lama. Dulu butuh 200 izin, sekarang sudah kita sederhanakan. Tol laut kan nggak bisa sekarang berencana besok jadi. Bikin pelabuhan dari pra studi, studi, detail design baru groundbreaking,” ujarnya.

Source Dukung Tol Laut, 4 Pelabuhan Raksasa Beroperasi 2018

Leave A Reply

Your email address will not be published.