Dukung Pariwisata Sebagai Industri Ekspor, Itdc Percepat Pengembangan Mandalika

8

Mandalika, 28 Maret 2017 – PT Pengelolaan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang KEK Pariwisata Mandalika, mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara, khususnya dari sektor pariwisata. Sektor pariwisata diproyeksikan akan menjadi industri berorientasi ekspor yang menjadi sumber penerimaan devisa terbesar bagi Indonesia di masa datang.

Hal itu setelah belum lama ini pemerintah melalui Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan no 198/2017, yang mendorong ekspor barang dan jasa diantaranya adalah jasa yang yang dihasilkan di wilayah Indonesia untuk dikonsumsi oleh konsumen dari negara lain (consumption abroad) dimana mode ekspor jasa ini identik dengan pariwisata.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso menjelaskan berdasar ketentuan PMK 198/2017, sektor pariwisata memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector. Berbeda dengan industri lainnya yang harus mengirim komoditinya ke negara lain, sektor pariwisata justru mampu mendatangkan devisa/valas, tanpa perlu proses mengirim barang ke luar negeri.

Melihat potensi pariwisata yang besar, sejak 2017, Pemerintah fokus menjalankan program pengembangan “10 Destinasi Wisata Baru” untuk mewujudkan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Komitmen pemerintah dalam mendorong pariwisata, diperkuat dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang menugaskan Kementerian terkait untuk bersinergi dan secara terintegrasi melakukan percepatan dalam merampungkan program pengembangan tersebut melalui skema pembiayaan yang tersedia, baik melalui APBN dan non-APBN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

KEK Pariwisata Mandalika atau The Mandalika merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata baru tersebut. Saat ini manajemen ITDC telah melakukan percepatan pembangunan berbagai infrastruktur dasar.

Diantaranya pembangunan jalan di dalam kawasan sepanjang 11 km, pagar perimeter sepanjang 10 km, Masjid Nurul Bilad, dan penataan Pantai Kuta Mandalika. Pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana PMN sebesar Rp 250 Miliar ini telah mencapai progres pembangunan fisik 100.

Namun, pengembangan KEK Mandalika membutuhkan dana yang sangat besar mengingat sifatnya yang berkelanjutan. Untuk itu, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer berharap mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah. “Sebagai sebuah perusahaan terkait pariwisata, ITDC berhak atas kemudahan untuk mendapatkan pembiayaan ekspor yang difasilitasi Kementerian Keuangan melalui LPEI,” jelas Abdulbar M. Mansoer.

Mandalika memiliki potensi yang besar di masa depan karena potensi kunjungan wisatawan ke KEK NTB yang cukup tinggi dengan pertumbuhan mencapai 20% per tahun. Kunjungan wisatawan di masa depan diperkirakan akan terus meningkat mengingat NTB berada di lalu lintas laut yang dilewati yacht and kapal cruise yang menghubungkan Australia dengan wilayah lain di Asia Tenggara serta terkoneksi secara regional dengan Singapura, Malaysia, China and Korea Selatan. Sepanjang 2017, kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 3,6 juta wisatawan.

Guna menarik minat wisatawan berkunjung ke KEK Mandalika, selain membangun kelengkapan akomodasi berkelas internasional, ITDC juga berhasil menggandeng Vinci Grand Project yakni BUMN asal Perancis, untuk mengembangkan Mandalika Street Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya). Beberapa proyek yang telah memulai proses pembangunannya, antara lain Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar mulai dibangun pada Oktober tahun lalu, Hotel Royal Tulip berkapasitas 198 kamar telah melakukan groundbreaking pada 26 Maret lalu, dan Paramount Resort hotel dengan 435 kamar akan mulai konstruksi awal April 2018.

Pariwisata, imbuh Abdulbar, memiliki multiplier effect baik berupa pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur di sekitar destinasi wisata, yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan ekonomi lokal. Salah satu hal yang bias dilihat adalah bertambahnya jumlah restoran dan usaha kecil menengah (UKM) di seputar kawasan.

Di luar potensi yang dimiliki, keberhasilan ITDC dalam menarik investasi ke dalam KEK Mandalika ini juga ditunjang adanya dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah, melalui pemberian kemudahan dalam hal fiskal dan prosedur perijinan. Dirjen Bea Cukai telah memfasilitasi pembangunan dan pengembangan KEK Mandalika dalam bentuk kemudahan dan fasilitas di bidang kepabeanan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/PMK.010/2016 tentang Perlakuan Perpajakan, Kepabeanan, dan Cukai pada Kawasan Ekonomi Khusus serta PP Nomor 96 Tahun 2015. Sementara dalam hal perijinan, melalui perizinan terpadu di kantor Administrator KEK, proses yang dilalui investor hanya membutuhkan waktu tiga jam.

“Kami sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah dengan memasukkan pariwisata ke dalam kategori industri ekspor serta memberikan pembiayaan melalui LPEI. Kami mendukung kebijakan pemerintah ini dengan mempercepat pembangunan KEK Pariwisata Mandalika untuk menjadi “Bali Baru”, sehingga target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta di 2019 dapat tercapai,” pungkas Abdulbar.

Source Dukung Pariwisata Sebagai Industri Ekspor, Itdc Percepat Pengembangan Mandalika

Leave A Reply

Your email address will not be published.