Dua Srikandi AirNav Indonesia

154

14 April 2015 | Perempuan cantik kelahiran Porsea, 13 April 1976 boleh dibilang merupakan salah satu kartini Indonesia yang sukses diusia muda, Kartini telah betul-betul membuat perempuan Indonesia lebih berperan.

Beliau mengaku karir yang diraihnya saat ini tak terlepas dari sikap disiplin yang ia dapat di Asrama Soposurung, Balige, Sumatera Utara, yang mana par anak muda dilatih untuk mampu memiliki disiplin tinggi, karakter kuat dan mental yang mampu bangkit dari kegagalan.

Pada tahun 1998 beliau menyelesaikan jenjang pendidikan di London School of Public Relation Jakarta dengan gelar Diploma in Public Relations. Kemudian pada tahun 1999 menyelesaikan pendidikan strata 1 di Universitas Jayabaya, Jakarta indonesia dengn gelar Sarjana Ekonomi. Tahun 2003, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan di University of Manado di Manado – Indonesia A Coorporation with University of Aix Marseille III Prancis dengan gelar DEA in Competitive Intelligence.  Tahun 2003-2004 beliau menjalani pendidikan di Macquarie University, Sydney – Australia dengan gelar Master in Business Commerce. Pada musim panas tahun 2006 beliau berhasil menyelesaikan pendidikan di Harvard Summer School, Harvard University Cambridge, MA, USA.

Perjalanan karirnya sudah tercata sejak tahun 1997-2003 menjadi Executive Officer di PT Danayas Arthatama, Jakarta, Indonesia dan tahun 2013 menjadi Direktur Service Development & IT di Perum LPPNPI (AirNav Indonesia).

Rita Widayati – Direktur Keuangan

Brain, beauty and behaviour. Tiga kata itulah yang pantas menerjemahkan sosok Rita Widayati sebagai Direktur Keuangan Perum LPPNPI. Wanita pintar dan cantik ini juga merupakan sosok kartini masa kini yang karirnya melesat cukup cepat.

Sebelum menjadi Direktur Keuangan Perum LPPNPI, beliau adalah Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pindad (Persero).

Beliau berasal dari kota kecil Trenggalek, mendapatkan beasiswa Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) menjadi awal keberangkatan beliau ke ibukota. Hidup mandiri tanpa saudara dan sanak keluarga, membentuk pribadi yang pantang menyerah.

Inilah yang akhirnya menjadikan beliau tercatat sebagai Direktur BUMN termuda. Berbicara karir beliau memang selalu punya target tertentu, bahwa suatu saat harus berada di posisi tertentu. Tetapi justru posisi yang ditargetkan itu lebih cepat diraih dari yang telah direncanakannya.

Karir beliau memamng gemilang. Posisi yang pernah ditempati beliau antara lain sebagai  Auditor Jogasara Public Accountant Firm, Jakarta ; Auditor Badan Pemeriksa Keuanan (Bapeka), Jakarta; Accounting Supervisor Soeyatna, Mulayana dan Rekan Public Accountant Firm, Jakarta; Kepala Unit Akuntansi (Manajer) Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPNP), Jakarta.

Beliau juga pernah menjabat Kepala Unit Keuangan dan Akuntansi (Senior Manager) PT Perusajaan Pengelola Aset (PPA Persero), Jakarta; dan posisi terakhir yang ditinggalkannya adalah Kepala Group (Asisten Vice President) Divisi Restrukturisasi dan Revitalisasi (RR) PT Perusahan Pengelolaan Aset (PPA Persero) Indonesia. Sampai akhirnya ia menjabat sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pindad dan kini menjadi Direktur Keuangan Perum LPPNPI.

“Kartini itu menginspirasi sekali, kesetraan gender yang saat ini kita nikmati tak lepas dari peran Ibu Kartini, saya berharap jasa beliau akan terus dinikmati perempuan Indoneisa sehingga bisa iku tserta membangun bangsa,” ujar beliau.

Untuk mengisi waktu sengganggnya, beliau memang punya hobi membaca biografi orang-orang besar, salah satunya Ibu Kartini. Dnegan begitu, kata dia, ia dapat belajr mencari dan memahami solusi yang digunakan orang-orang besar saat mengalami kejadian kehidupannya.

Source Dua Srikandi AirNav Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.