Dorong Terapkan SNI di Pasar Tradisional

39

18 Juli 2017 — Purwokerto – Pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Banyumas didorong untuk menerapkan standar nasional Indonesia (SNI). Hal ini mengacu pada Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Pasar Rakyat Berstandar Nasional di Kabupaten Banyumas. ’’Semua pasar baik yang dikelola oleh pemerintah kabupaten, pemerintah desa, maupun swasta nantinya harus mengacu pada Perbup,’’kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas, Yunianto.

Ia mengatakan hal itu saat sosialisasi Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Pasar Rakyat Berstandar Nasional di Kabupaten Banyumas dan peluncuran proses pelayanan pasar rakyat menuju SNI 8152 2015 di Pasar Manis, Senin (12/6). Menurut dia, pasar tradisional pertama di Banyumas yang menjadi percontohan menuju SNI adalah Pasar Manis Purwokerto. Setelah ini, akan dilakukan secara bertahap di Pasar Larangan dan Jatilawang.

Untuk menuju pada proses pelayanan pasar rakyat menuju SNI, pasar harus menciptakan kebersihan, kenyamanan dan keamanan serta pedagang dikelompokkan berzonasi supaya lebih teratur. Selain itu, di Pasar Manis telah terdapat beberapa inovasi yang memberikan nilai tambah pasar rakyat, antara lain di Pasar Manis dapat digunakan sebagai tempat edukasi oleh siswa PAUD hingga mahasiswa sebagai proses pembelajaran.

Kemudian, terdapat tempat pelayanan kesehatan dan penyediaan ruang laktasi. Untuk layanan kesehatan akan dilaksanakan setiap Sabtu. Layanan tersebut untuk para pedagang, pengunjung, maupun masyarakat sekitar.

Zona Khusus

Selain itu, Pasar Manis Purwokerto dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata kuliner, karena di pasar ini memiliki zona khusus untuk berjualan berbagai menu makanan. ’’Dengan berbagai inovasi tersebut, harapannya ekonomi kerakyatan dapat tumbuh dan berkembang secara menyeluruh,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Prasarana Penerapan Standar dan Sistem Jaminan Mutu Badan Standardisasi Nasional, Elvy Safitri mengatakan, persyaratan menuju Pasar Rakyat ber-SNI meliputi tiga tahap, antara lain persyaratan umum, teknis, dan pengelolaan. Persyaratan umum dilihat dari lokasi pasar dengan bukti dokumen kepemilikan tanah, kebersihan dan kesehatan, keamanan dan kenyamanan.

Adapun syarat teknis meliputi kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan pengelola pasar, seperti layanan kesehatan. ’’Sedangkan pengelolaan pasar harus akuntabel, berwawasan lingkungan dan bergotong royong dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar,’’katanya.

Source Dorong Terapkan SNI di Pasar Tradisional

Leave A Reply

Your email address will not be published.