Dongkrak Harga, Konsumsi Karet Domestik Digenjot

77

10 April 2015 — Jakarta: Pemerintah berupaya menaikkan harga jual karet Indonesia di pasar internasional. Harga karet alam yang diekspor saat ini dinilai sangat rendah. “Harganya sangat rendah, US$ 1,5 per kilo gram. Padahal pada tahun 2011, harga karet pernah mencapai US$ 4,61 per kilogram,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di kantornya pada Kamis,

Untuk itu menurut Gobel, pemerintah akan mendorong peningkatan penggunaan karet alam domestik. Kementerian yang turut berpartisipasi yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum dna Perumahan Rakyat, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Indonesia merupakan negara pemasok karet alam terbesar ke-2 dunia, dengan total prduksi 3,1 juta ton. Devisa yang dihasilkan dari komoditas ini pada 2014 lalu mencapai US$ 4,7 miliar.

Dengan produksi sebesar itu, industri domestik hanya menggunakan 18 persennya. Angka ini terbilang rendah apabila dibandingkan dengan negar lain, seperti Malaysia, yang melebihi 40 persen. Rendahnya angka penggunaan ini membuat harga karet cenderung jeblok karena suplai berlebih. Gobel mengatakan akan menambah penyerapan karet per tahunnya sebanyak 100 ribu ton. “Untuk 2015, kami targetkan minimal mencapai 700 ribu ton.”

Sebagai langkah awal, pemerintah akan menggunakan karet alam untuk mendukung proyek infrastruktur. Dengan alokasi dana dari APBN sekitar Rp 118 triliun tahun ini, pemanfaatan harus dimaksimalkan. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Taufik Widjoyono mengatakan sekitar 60-80 ribu ton karet dapat diserap per tahun untuk campuran aspal. Aspal yang dicampur karet memiliki daya tahan lebih lama.

Source Dongkrak Harga, Konsumsi Karet Domestik Digenjot

Leave A Reply

Your email address will not be published.