Dirut Perum Bulog Sayangkan Pernyataan Mendag

38

20 September 2018 | Jakarta РDirektur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso, menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Enggar menyatakan perlu impor beras, dan persoalan gudang Perum Bulog yang penuh tersebut bukan urusan pihaknya.

“Kecewa saya. Saya bingung. Ini berpikirnya untuk kepentingan negara atau bukan ? Coba kita berkoordinasi dan samakan pendapat. Kalau saya keluhkan fakta gudang yang penuh dan saya bahkan harus menyewa gudang itu kan cost tambahan. Lalu kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, ya mata mu itu! Kita ini kan sama-sama (untuk) negara, kok nggak bersinergi” kata pria yang akrab dipanggil Buwas tersebut dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jalan Gatot Subroto, Rabu (19/9).

Perum Bulog Tidak Kekurangan Beras

Menurut dia bila beras yang sudah banyak stoknya, lalu harus ditambah lagi oleh beras impor dalam jumlah besar, maka hal tersebut bisa merugikan Perum Bulog. Bila pasokan beras di pasaran stabil dan harga terjangkau, maka pihaknya tentu tidak menggelontorkan beras ke pasaran.

“Terlalu lama disimpan kan berasnya bisa turun mutu. Ya ini harus dipikirkan, karena Perum Bulog bisa rugi. Terlalu lama disimpan itu karena tidak kita gelontorkan. Ya stok pasti tidak bergerak dari gudang kita, bila memang pasokan beras di pasaran stabil dan harga terjangkau masyarakat. Jadi tidak perlu OP,” jelas mantan Kepala BNN tersebut.

Di bagian akhir Buwas berharap, Kemendag dan Bulog tidak saling tuding, saling menyalahkan. Namun bisa bersinergi mensukseskan langkah pemerintah menjaga pasokan beras.

Source Dirut Perum Bulog Sayangkan Pernyataan Mendag

Leave A Reply

Your email address will not be published.