Dirops JR Sebut Program Police & JR Goes to Campus Langkah Konkrit Tekan Lakalantas

54

17 November 2017, Humas Bali —¬†Direktur Operasional Kantor Pusat Jasa Raharja Budi Raharjo menyebutkan Inpres No.4 tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan Presiden Republik Indonesia, merupakan komitmen dan kepedulian pemerintah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan berkendara. Hal tersebut disampaikan Dirops saat memberikan sambutan dalam Police & JR Goes to Campus JR Cabang Bali, Jum’at 17/11/2017 di Kampus STP Nusa Dua Bali.

Menurutnya Instruksi tersebut turut mengatur komitment instansi yang menjadi bagian dari 5 Pilar Keselamatan Lalu Lintas untuk saling bekerjasama dan berkomitment dalam mengembangkan manajemen keselamatan berlalu lintas yang efektif.

“Beragam program telah kami jalankan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan berlalu lintas seperti sosialiasi ke masyarakat, kampanye keselamatan ke universitas dan sekolah serta penyediaan sarana dan prasarana fasilitas keselamatan berlalu lintas seperti ambulans, rambu-rambu dan sebagainya,” ungkap Dirops.

Kepada para tamu undangan dan seluruh peserta Dirops juga menjabarkan santunan yang telah dibayarkan oleh PT Jasa Raharja (Persero) kepada masyarakat korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun adalah sebesar Rp. 6,558 Trilyun atau sebesar Rp. 1,312 Trilyun setiap tahunnya. Pada tahun 2016 santunan yang telah dibayarkan sebesar Rp. 1,413 Trilyun.

Selain tugas membayarkan santunan, ungkap Dirops Jasa Raharja memberikan kontribusi dalam usaha-usaha pencegahan laka lantas disebabkan beberapa hal yakni angka kecelakaan masih cukup tinggi, jika di dunia ada 1.017.000 orang yangmeninggal dunia akibat kecelakaan setiap tahunnya, 2,75% berasal dari Indonesia.

“Yang paling memprihatinkan adalah hasil penelitian mengatakan bahwa dampak bagi keluarga korban kecelakaan lalu lintas untuk korban luka berat mengalami pemiskinan 13% dan bagi yang meninggal dunia mengalami pemiskinan 62,5%. Korban adalah usia produktif dari umur 20 s.d. 55 tahun sebesar 55,88% korban yang disantuni oleh Jasa Raharja. Kelompok pelajar dan mahasiwa sebesar 28,12%¬† dari korban keseluruhan,” papar Dirops,

Dengan masih tingginya angka Laka lantas di Indonesia tersebut Dirops berharap rangkaian kegiatan Police & Jasa Raharja Go to Campus yang dilakukan saat ini, sebagai salah satu langkah untuk menekan tingginya angka kecelakaan.

Source Dirops JR Sebut Program Police & JR Goes to Campus Langkah Konkrit Tekan Lakalantas

Leave A Reply

Your email address will not be published.