Direksi AirNAv Indonesia Serentak Mengajar di Lima Kota

27

27 September 2016 | Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia, kembali menggelar Program BUMN Mengajar pada tahun 2016 ini. Program yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN tersebut dilakukan secara serentak pada tanggal 16 September dan 23 September 2016.

Direktur Utama Perum LPPNPI Bambang Tjahjono menyampaikan, Program BUMN Mengajar yang digagas Kementerian BUMN menjadi salah satu andalan pemerintah dalam merealisasikan program Nawacita, yaitu menghadirkan negara di tengah masyarakat.

”BUMN sebagai bagian dari pemerintah menjadi ujung tombak pengejawantahan program Nawacita di seluruh provinsi. Selain program BUMN Mengajar, ada juga program lain di bidang pendidikan yang diselenggarakan oleh seluruh BUMN, yaitu program pertukaran pelajar bertajuk Siswa Mengenal Nusantara,” papar Bambang Tjahjono melalui keterangan resminya, Senin, 26 September 2016.

Sekretaris Perusahaan Perum LPPNPI Didiet K.S Radityo menambahkan, Program BUMN Mengajar merupakan implementasi dari program besar BUMN Hadir Untuk Negeri. Sedikitnya ada lima sekolah di lima wilayah kantor cabang Airnav Indonesia yang dipilih sebagai tempat mengajar. Yaitu di Kota Solo, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Makasar dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) di Sumatera Utara.

”Dalam pelaksanannya, program BUMN Mengajar oleh Airnav Indonesia ini diselenggarakan menjadi dua tahap. Tahap pertama dilakukan 16 September 2016, yang pelaksanaannya dilakukan di dua sekolah di Kota Semarang dan Kota Solo. Sementara kegiatan di tiga wilayah lainnya dilakukan serentak pada 23 September 2016,” jelas Didiet.

Pada pelaksanaan tahap pertama, kegiatan BUMN Mengajar dilakukan oelh Direktur Utama Bambang Tjahjono di SMA Pangudi Luhur Don Bosko, Semarang. Bersamaan dengan itu, Direktur Keuangan Triyana juga melaksanakan kegiatan serupa di SMK Negeri 1 Karanganyar, Solo.

Selanjutnya pada tahap kedua, Direktur Personalia dan Umum Rahadi Sulistyo, mengajar di SMKN 3 Surabaya, DirekturKeselamatan, Kemanan dan Standardiasi mengajar di SMA Negeri 7 Makassar, serta Direktur Pengembangan Pelayanan New In Hartaty Manulang, mengajar di SMA Negeri 1 Habinsaran, Toba Samosir.

”Para direksi memang memutuskan untuk turun secara langsung menjadi pelaksana program. Ternyata, mereka senang sekali dapat membagi ilmu dan wawasan kepada para pelajar,” imbuh Didiet.

Untuk diketahui, kehadiran AirNav Indonesia di sejumlah sekolah untuk melaksanakan Program BUMN Mengajar cukup mengejutkan pihak sekolah dan para siswa. Bahkan, pihak sekolah mengatakan bahwa program tersebut merupakan momen spesial bagi sekolah, terutama bagi para siswa-siswi.

”Diakui pihak sekolah, apa yang disampaikan oleh direksi Airnav pada program ini tidak hanya menginspirasi dan memotivasi para siswa, tetapi juga menginspirasi para pendidik. Semangat mereka untuk mengantarkan siswa menjadi generasi muda berprestasi menjadi semakin kuat,” lanjut Didiet.

Didiet menambahkan, pada kegiatan tersebut, para direksi Airnav Indonesia tidak sebatas menyampaikan materi seputar kegiatan pelayanan navigasi penerbangan yang dikelola oleh perusahaannya. Beragam peluang karir di industri penerbangan yang juga disampaikan para direksi juga sukses membakar semangat dan rasa percaya diri para siswa-siswi untuk melanjutkan studi atau berkarir di sektor penerbangan setelah lulus kelak.

Antusiasme para siswa yang sangat besar dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dunia navigasi penerbangan di Indonesia perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar regenerasi dapat terus dilakukan. Hal tersebut mengingat tantangan regional dan global pada dunia penerbangan di masa mendatang yang semakin besar, sangat membutuhkan kontribusi orang-orang muda yang penuh semangat dalam melakukan perubahan dan inovasi.

Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut  para direksi juga menyerahkan sejumlah bantuan Program Bina Lingkungan kepada pihak sekolah, dengan nilai bantuan sebesar Rp50 juta untuk setiap sekolah.

”Bantuan tersebut dikonversikan dalam bentuk perlengkapan pendukung proses belajar mengajar sesuai kebutuhan sekolah. Diantaranya komputer, proyektor, printer, dan perlengkapan belajar-mengajar lainnya,” pungkas Didiet.

Tentang AirNav Indonesia

Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau dikenal dengan Airnav Indonesia, merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tanggal 13 September 2012 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2012. Penerbitan Peraturan Pemerintah tersebut sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, di mana tugas utama Perum LPPNPI adalah menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan di seluruh ruang udara Indonesia, serta pemanduan pesawat di seluruh bandara komersial di Indonesia.

Saat ini AirNav Indonesia mengelola pelayanan pada 273 bandara komersial di seluruh Indonesia dan ruang udara seluas total 5.193.252 kilometer persegi, dengan total pergerakan lalu lintas pesawat udara sebanyak  1.429.738 per tahun. Pada 2016 ini, Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak rata-rata 11.737 pergerakan per bulan, menduduki posisi ketiga bandara ketiga tersibuk di Indonesia yang dikelola oleh AirNav Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang memiliki 29.633 pergerakan per bulan dan bandara Sultan Hasanudin Makassar dengan 26.220 pergerakan per bulan.

Source Direksi AirNAv Indonesia Serentak Mengajar di Lima Kota

Leave A Reply

Your email address will not be published.