Dikunjungi Menpar, Airnav Berkomitmen Dukung Penuh Sektor Pariwisata

40

07 April 2017 | Tangerang – Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, mengunjungi Kantor Pusat Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia di Tangerang pada hari ini (7/4). Saat menerima Kunjungan kerja ini, Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto yang didampingi oleh jajaran Direksi dan para Kepala Divisi serta Kepala Biro, berkomitmen mendukung pengembangan sektor pariwisata di Nusantara. Di hadapan Menteri Pariwisata, Novie memaparkan program-program strategis AirNav Indonesia dalam mendukung pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas yang digagas oleh Kementerian Pariwisata.

“Kami akan menggulirkan program-program startegis pada tahun 2017 untuk meningkatkan kapasitas slot penerbangan di beberapa Bandara. Bali misalnya, dari 27 akan kami tingkatkan menjadi 30 pada akhir tahun ini,” ungkap Novie dalam paparannya. Novie mengatakan bahwa upaya ini dapat berjalan efektif dengan sinergi yang erat antara AirNav Indonesia, pengelola bandara dan maskapai penerbangan. “Kolaborasi dan sinergi dengan AP I, AP II, UPBU dan maskapai penerbangan menjadi kunci keberhasilan program-program yang kami galang untuk meningkatkan keselamatan, kapasitas dan efisiensi penerbangan di Indonesia.

AirNav Indonesia secara konsisten mengungkapkan dukungannya terhadap upaya pengembangan pariwisata di Indonesia. 10 destinasi pariwisata prioritas yang digagas oleh Kementerian Pariwisata akan mendapatkan alokasi investasi peningkatan pelayanan navigasi penerbangan senilai Rp. 337 miliar dari total investasi AirNav Indonesia yang mencapai Rp. 2,18 triliun pada tahun 2017. Untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu dan Tanjung Lesung, runway capacity Bandara Soekarno-Hatta akan ditingkatkan oleh Cabang Utama JATSC menjadi 86 per jam dan membangun New ATS System. Sedangkan Cabang Pratama Halim akan mengadakan dan meremajakan peralatan navigasi.

Cabang Madya Denpasar akan membangun tower ATC baru, sementara itu Cabang Pratama Lombok akan meremajakan dan mengadakan peralatan komunikasi penerbangan untuk menunjang pengembangan pariwisata di Mandalika. Pengembangan pariwisata di Bromo akan dibantu dengan peningkatan runway capacity Bandara Juanda dan peningkatan instrument procedure (PBN) di Cabang Madya Surabaya, serta penggantian DVOR di Cabang Pembantu Malang. Selanjutnya untuk Danau Toba, Cabang Madya Medan akan membentuk unit ATFM, menggunakan aplikasi slot management CHRONOS, dan meremajakan peralatan komunikasi penerbangan. Unit Siborong-borong sebagai akses utama menuju Danau Toba akan mengganti DVOR, membuat instrument flight dan membangun gedung tower baru.

Cabang Madya Yogyakarta akan mengganti ATC System dan memperpanjang jam operasional penerbangan, sedangkan Cabang Pratama Semarang akan membangun tower ATC baru dan memperpanjang pula jam operasional penerbangan untuk mengoptimalkan akses menuju Borobudur. Untuk Pulau Komodo, Cabang Pembantu Labuan Bajo akan meningkatkan layanan AFIS menjadi TWR dan memperpanjang jam operasional penerbangan. Unit Wakatobi dan Unit Morotai mencanangkan untuk meningkatkan kompetensi pelayanan AFIS sehingga penerbangan ke Wakatobi dan Morotai dapat ditingkatkan. Terakhir untuk Tanjung Pandan, Cabang Pembantu Tanjung Pandan akan meningkatkan pelayanan TWR dan mengadakan peralaatan electrical and mechanical support.

Source Dikunjungi Menpar, Airnav Berkomitmen Dukung Penuh Sektor Pariwisata

Leave A Reply

Your email address will not be published.