Competitive Advantage of Employee Menuju Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (Bagian II)

5

Kamis, 25 Juni 2015 |

Jika dipertanyakan apakah kita siap menghadapi era MEA tersebut dalam waktu singkat? Sungguh pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tetapi setidaknya hal ini justru akan menjadi sebuah tantangan bagi seorang karyawan yang ingin perusahaannya tetap eksis dan berkembang serta memberikan kontribusi untuk kemajuan negaranya.

Kemudian apa yang dapat kita lakukan untuk meng-upgrade diri sebagai karyawan di PTPN X agar menjadi karyawan yang mempunyai keunggulan serta dapat berkompetisi dengan tenaga kerja lainnya yang akan membanjiri bursa tenaga kerja di Indonesia?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan olehkaryawan PTPN X dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, di antaranya:

Meningkatkan kemampuan atau keahlian di bidang masing-masing, meliputi kemampuan bidang tugas maupun potensi yang ada di dalam individu karyawan. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun informal yang difasilitasi oleh perusahaan maupun dengan dana sendiri. Ilmu yang sudah diperoleh dapat diaplikasikan sesuai dengan bidang tugasnya. Di era teknologi yang sudah canggih ini kita dengan mudah dapat memanfaatkan jaringan internet untuk mengakses semua informasi maupun ilmu pengetahuan yang kita butuhkan.

Lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan global yang akan terjadi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Terutama adanya alih atau transfer teknologi yang akan terjadi memaksa kita sebagai karyawan segera dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan, dimana kontributor terbesar adalah perkembangan dan evolusi telekomunikasi maupun teknologi yang membantu pengiriman informasi dengan cepat.
Meningkatkan communication skill meliputi direct communication (komunikasi langsung) dan indirect communication (komunikasi tidak langsung). Komunikasi langsung adalah kemampuan berbahasa. Selain Bahasa Indonesia, karyawan juga dituntut dapat menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Adanya perdagangan bebas yang akan terjadi di Indonesia akan banyak didominasi oleh investor asing dan kita sebagai karyawan harus mempunyai kemampuan berbahasa asing untuk kemudahan komunikasi dan negosiasi bisnis.
Komunikasi tidak langsung adalah melalui berbagai media komunikasi seperti e-mail, skype, tele conference, atau media sosial (website, blog) dll yang dapat digunakan sebagai sarana mencari informasi dan komunikasi praktis,dan sudah selayaknya kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (infoware) ini harus dimiliki oleh setiap individu dalam perusahaan untuk kebutuhan komunikasi bisnis.

Memperdalam pengetahuan mengenai knowledge organization yang dapat kita peroleh dari beberapa sumber seperti: customer knowledge meliputi kebutuhan akan jumlah dan kualitas produk, daya beli serta karakter pelanggan, kemudian product knowledge meliputi harga jual, karakteristik produk serta keunggulan produk yang dimiliki. Untuk meningkatkan profesionalitas bekerja, kemampuan knowledge organization mutlak dibutuhkan untuk menciptakan image positif perusahaan dimata customer. Hal ini akan menjadikan added value karyawan.
Memperdalam pengetahuan tentang regulasi perdagangan Internasional eksport import yang mengacu pada International Commercial Terms atau yang terkenal dengan istilah Incoterms. Dengan adanya perdagangan bebas di era Masyarakat Ekomoni ASEAN 2015, laju eksport – import barang akan semakin deras. Seperti misalnya yang telah kita ketahui, PTPN X mempunyai kawasan berikat untuk produk tembakau cerutu di Jelbuk Kabupaten Jember yang selama ini menjadi pusat arus keluar masuk tembakau cerutu. Pengetahuan Incoterm ini wajib diketahui oleh para marketer agar selalu berpedoman pada regulasi perdagangan Internasional supaya tidak tergelincir pada kesalahan mekanisme eksport import barang.
Meningkatkan personal integrity melalui pembelajaran cara beretika bisnis yang baik, karena perusahaan atau suatu organisasi yang unggul bukan hanya memiliki kinerja dalam bisnis, manajerial dan finansial yang baik, tetapi juga kinerja etis dan etos bisnis yang baik, oleh karena itu karyawan PTPN X diharapkan mempunyai business attitude yang positif untuk mendapatkan kepercayaan dihati pelanggan perusahaan.
Diperlukan implementasi sistem manajemen mutu ISO yang dapat digunakan sebagai standar dalam mengelola proses pencapaian mutu, SMM ISO ini juga menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk atau persyaratan tertentu yang ditentukan oleh pelanggan untuk mencapai kepuasaannya. Dalam menciptakan produk yang dapat bersaing secara global, sistem manajemen mutu ini dapat juga digunakan sebagai bargaining strengths yang menjamin bahwa produk yang dihasilkan adalah berkualitas tinggi, oleh karena itu karyawan harus memahami keberadaan sistem ini dan mengimplementasikan secara profesional dalam rangka mencapai produk yang berdaya saing tinggi.

Source Competitive Advantage of Employee Menuju Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (Bagian II)

Leave A Reply

Your email address will not be published.