Competitive Advantage of Employee Menuju Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (Bagian I)

6

Kamis, 25 Juni 2015 | Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (MEA) akan segera dicanangkan bulan Desember 2015 mendatang. MEA yang beranggotakan 10 negara ASEAN termasuk salah satunya Indonesia, saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi perubahan global baik dari sisi ekonomi, perdagangan, politik, dan tenaga kerja. Tentunya momentum yang kompetitif ini berpengaruh besar terhadap perkembangan perekonomian yang ada di Indonesia.

PT Perkebunan Nusantara X sebagai salah satu badan usaha milik negara, dan penggerak perekonomian di Indonesia juga terkena dampak adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 atau dalam bahasa Inggris disebut ASEAN Economic Community.

Di perusahaan perkebunan ini, dampak kehadiran Masyarakat Ekonomi ASEAN sangat terasa pada salah satu unit-unit usahanya, yaitu bisnis gula dan bisnis tembakau. Gencarnya arus gula impor dengan harga lebih murah menyebabkan gula milik PTPN X belum bisa terjual secara maksimal. Meski saat ini tidak terlalu berpengaruh secara signifikan pada unit usaha tembakau dikarenakan distribusi pemasaran produk ini belum masuk ke negara ASEAN, namun demikian tidak menutup kemungkinan tembakau cerutu PTPN X juga akan dinikmati pula oleh masyarakat ASEAN di waktu yang akan datang.

Sumber daya manusia adalah salah satu yang akan menerima dampak adanya MEA 2015 tersebut. Adanya aliran tenaga kerja terampil yang akan masuk secara bebas di Indonesia dan bebas memilih pekerjaan yang diinginkan merupakan ancaman sekaligus tantangan bagi keberadaan SDM yang ada di Indonesia.

Untuk menghadapi ancaman tersebut PT Perkebunan Nusantara X harus segera mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi, terutama munculnya pesaing tenaga talent expat di perusahaan lain yang mempunyai kompetensi lebih unggul. Apabila SDM yang ada di PTPN X tidak segera berbenah diri maka secara otomatis akan tertinggal dan terlindas oleh para profesional tersebut.

Pentingnya Competitive Advantage di Era MEA 2015

PTPN X merupakan perusahaan perkebunan bersifat padat karya yang saat ini masih kekurangan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas.

Salah satu kunci keberhasilan di bisnis perkebunan adalah produktivitas dan kualitas dari tanaman yang dibudidayakan. Untuk mencapai produktivitas mutlak diperlukan karyawan-karyawan yang berkompetensi tinggi, unggul dalam bersaing, produktif, kreatif dan inovatif karena mereka adalah alat penggerak proses operasional perusahaan.

Adanya perdagangan bebas di negara ASEAN (ASEAN Free Trade Area) yang berpotensi masuknya produk sejenis yang lebih unggul dibandingkan produk dari PTPN X, adalah ancaman terbesar terhadap eksistensi perusahaan apabila tidak dapat berkompetisi dengan produk yang berasal dari negara ASEAN yang lain.

Adanya transformasi teknologi (technoware) yang berkembang sangat pesat menuntut para karyawan harus bisa mengadopsi informasi-informasi terbaru dari teknologi tersebut dalam rangka peningkatan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan berinovasi yang bisa diaplikasikan dalam bidang kerjanya.

Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi serta adanya perubahan-perubahan kondisi ekonomi secara global, isu-isu ekonomi, politik, dan perdagangan menuntut karyawan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang ada agar tetap unggul dan eksis dalam berkompetisi dengan SDM yang lainnya terutama para talent expat dari luar negeri.

Source Competitive Advantage of Employee Menuju Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 (Bagian I)

Leave A Reply

Your email address will not be published.