Cerita SMN Gilang Ramadhan: Masa Depan Bangsa di Pundak Generasi Muda

22

21 Januari 2016

Cerita peserta Program Siswa Mengenal Nusantara yang membawa pelajar-pelajar terpilih dari Sulawesi Selatan untuk menjelajahi Maluku. Ikuti cerita Gilang Ramadhan dari SMA Negeri 1 Panca Rijang berbagi kisah di Instagram https://www.instagram.com/gilang.r12/.

Masjid tua Wapauwe didirikan pada tahun 1414 M di masa Kerajaan Leihetu. Masjid  tersebut terletak di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihetu, Kabupaten Maluku Tengah. Umur Masjid Wapauwe sudah mencapai 602 tahun, sehingga menjadi bukti sejarah peradaban Islam di masa lampau. Kontruksi bangunannya berdinding gabah-gabah (pelepah sagu) dan atapnya terbuat dari daun rumbia. Lebih uniknya, kontruksi bangunan tersebut dibuat tanpa menggunakan paku.

Masjid Wapauwe dulunya bernama Masjid Wawane dikarenakan masjid tersebut dulunya berada di lereng Gunung Wawane yang kemudian dipindahkan karenakan adanya ancaman dari penjajah Belanda karena dianggap sebagai markas pasukan pemberontak. Konon, ada cerita tentang Masjid Wapauwe yang berpindah dengan sendirinya. Diceritakan ketika masyarakat yang ada di lereng gunung turun ke pesisir pantai masih melihat masjid itu berada di Telaha. Namun, pada saat keesokan harinya masjid sudah berpindah ke tengah-tengah pemukiman masyarakat lengkap dengan benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya. Uniknya lagi, masjid yang pindah tersebut kiblatnya tidak bergeser sedikitpun. Ya begitulah kisah legenda sering membumbui tradisi bercerita di Nusantara.

Masjid tua Wapauwe memiliki sebuah bedug. Di mana awalnya bedug tersebut panjangnya sekitar 3 meter, tetapi yang sekarang dijumpai panjangnya hanya sekitar 2 meter saja. Cerita dibalik pemotongan bedug tersebut dikatakan bahwa pada zaman dulu, ketika Belanda menguasai daerah sekitar masjid. Mereka kemudian mendirikan benteng. Ketika Bedug itu dipukul sebagai pertanda masuknya waktu shalat, seketika itu pula benteng yang didirikan oleh Belanda bergetar seperti ingin roboh. Maka warga dipaksa memotong bedug untuk mengurangi gema suaranya. Ada banyak hal yang menarik mengenai masjid tua Wapauwe. Dan itu merupakan bukti sejarah peradaban Islam di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Source Cerita SMN Gilang Ramadhan: Masa Depan Bangsa di Pundak Generasi Muda

Leave A Reply

Your email address will not be published.