Butuh Waktu 70 Hari, Panen Kedelai di Lahan Hutan

62

(25/4/2018) | Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), memilih Kabupaten Blora menjadi percontohan pengembangan kedelai yang ditanam di bawah tegakan pohon jati. Mereka menyebut Pengembangan Teknologi Budi Daya Kedelai pada Lahan Naungan Jati (Budena Jati). Program tersebut dilaksanakan di kawasan hutan jati Perhutani RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, kemarin.

Budena Jati ditanam di lahan seluas 41,4 hektare, tersebar di petak 53, 54,55 dan 57 yang secara administratif masuk wilayah Desa Bogem dan Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah. Lahan hutan yang biasanya ditanami jagung pada sela tegakan, kini dicoba untuk ditanami kedelai. Hasilnya setelah ditanam pada awal Februari lalu, dan berlangsung 70 hari lamanya, tanaman kedelai itu pun dipanen, kemarin.

Panen perdana diikuti oleh Wakil Bupati (Wabup), Arief Rohman, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Agus Wahyana Anggara, Kepala Balitkabi, Joko Susilo Utomo, dan Administratur Perhutani KPH Blora, Rukman Supriyatna, serta Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Supoyo.

Kepala Balitkabi, Joko Susilo Utomo menjelaskan, pengembangan teknologi Budena Jati di hutan BKPH Ngapus, merupakan tahapan awal yang nantinya akan dijadikan percontohan untuk perluasan di lahan hutan jati lainnya. ‘’Kita ketahui bersama, hingga saat ini Indonesia masih impor kedelai, karena produksi kita masih rendah. Sehingga untuk mengembangkan tanaman kedelai ini, kita butuh lahan baru. Tidak mungkin berebut dengan lahan sawah yang rutin ditanami padi dan jagung,’’ tandasnya.

Source Butuh Waktu 70 Hari, Panen Kedelai di Lahan Hutan

Leave A Reply

Your email address will not be published.