BUMN Perkebunan Mulai Sinergikan Sistem TI

30

 25 Juli 2016 — Surabaya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perkebunan mulai mensinergikan teknologi informasi (TI) dengan penerapan sistem “Enterprise Resource Planning” (ERP) atau sistem untuk mengintegrasikan seluruh aktivitas bisnis di perkebunan. Direktur Produksi PTPN X T Sutaryanto, Minggu mengatakan, PTPN X akan menjadi pelopor sekaligus sebagai proyek percontohan, karena telah merintis penerapan ERP sejak 2014 dan terus didorong menuju kesempurnaan sistem.

“Jadi apa yang sudah menjadi pengalaman dan `trial error` kami selama ini, kami diminta Kementerian BUMN untuk dibagikan ke PTPN perkebunan lainnya. Sehingga ada sinergi antar-PTPN sebagai bagian dari `knowledge management` di lingkungan holding BUMN perkebunan. Lebih efektif karena PTPN lain bisa langsung menerapkan ERP mengacu pada pengalaman kami,” ucapnya di Surabaya. Sutaryanto mengatakan, dengan menggunakan sistem tersebut PTPN X kini bisa mengontrol proses bisnis, mulai dari lahan hingga pengolahan tebu menjadi gula di pabrik.

“Di lahan dilakukan input data tentang tingkat kemasakan tebu alias tebu yang siap panen untuk diangkut dan dibawa ke pabrik. Sistem penerapan ERP berbasis `Plantation Management System` di PTPN X ini sangat bermanfaat dengan ekosistem bisnis yang terus berubah. Oleh karena itu, BUMN perkebunan lain harus bisa beradaptasi jika tetap ingin unggul,” katanya.

Ia mengatakan, BUMN perkebunan tidak bisa tinggal diam dan menjalani proses bisnis secara manual, sebab TI dulu hanya alat namun kini yang akan mengatur pekerjaan. Sutaryanto menjelaskan, dalam sistem yang menggunakan perangkat lunak atau software ERP itu, di dalamnya ada instrumen TI untuk mengintegrasikan seluruh aktivitas bisnis, mulai data penanaman tebu hingga pengelolaan di pabrik gula.

“Dengan sistem ini, setiap truk tebu yang masuk ke pabrik juga langsung terekam karena hanya truk yang mempunyai `barcode` atau tanda khusus yang bisa masuk ke pabrik gula. Dan tebu yang dibawa truk dengan barcode menunjukkan bahwa tebu itu masuk kategori layak untuk diproses. Begitu dipindai di pintu masuk, truk langsung membawa tebu menuju ke tempat pengolahan,” katanya. Di bagian pengolahan, sistem itu juga bekerja secara otomatis memasukkan data dan kinerja tiap unit pabrik gula. Sehingga, dimana pun dan kapan pun, kinerja pabrik bisa dipantau setiap detik.

“Jadi, untuk bagian budi daya lahan atau `on farm`, sistem itu juga sudah mulai bekerja, yakni adanya integrasi data yang berjalan dan mengukur kinerja pabrik. Sehingga semuanya menjadi lebih efisien, dan tentu daya saing perusahaan juga kian meningkat,” ucapnya. Ia berharap, dengan penerapan sistem tersebut nanti membuat BUMN perkebunan menjadi perusahaan yang efisien dan terukur kerjanya, dengan kata kunci konsistensi terus melakukan transformasi.

Source BUMN Perkebunan Mulai Sinergikan Sistem TI

Leave A Reply

Your email address will not be published.